Surah Ash-Shaff : Kesesuaian Perkataan dan Perbuatan, Persatuan dan Perjuangan di Jalan Allah

Kajian Tafsir Al-Qur'an • Surah Ash-Shaff (الصف)

GemaDakwah — Surah Ash-Shaff memberikan pelajaran penting tentang hubungan antara iman, perkataan dan perbuatan. Surah ini juga mengajarkan pentingnya persatuan, keteraturan, pengorbanan dan kesungguhan dalam menjalankan manhaj Allah.

Pendahuluan Surah Ash-Shaff

Surah Ash-Shaff merupakan surah yang memberikan perhatian besar terhadap pembentukan kepribadian dan jamaah kaum beriman. Di antara pesan utamanya adalah pentingnya keselarasan antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.

Surah ini juga menjelaskan bahwa Islam merupakan manhaj Ilahi bagi kehidupan manusia. Manhaj tersebut tidak berhenti pada keyakinan dalam hati, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui iman, amal, pengorbanan dan perjuangan dalam kebaikan.

Allah menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ diutus membawa petunjuk dan agama yang benar:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Artinya: “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk memenangkannya di atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.”

(QS. Ash-Shaff [61]: 9)

Ayat-Ayat Utama

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ۝١
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ۝٢
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ ۝٣
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ ۝٤
Artinya: “Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

(QS. Ash-Shaff [61]: 1–4)

Kesesuaian Perkataan dan Perbuatan

Salah satu pesan paling kuat dalam Surah Ash-Shaff adalah larangan bagi seorang mukmin untuk mengatakan sesuatu yang tidak dilakukannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ۝
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”

Ayat tersebut menunjukkan bahwa kejujuran seorang mukmin bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga dalam kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

Seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah akan berusaha agar keyakinan, perkataan dan perbuatannya berjalan dalam satu arah.

Prinsip penting: Iman yang benar harus melahirkan amal yang benar. Perkataan seorang Muslim hendaknya menjadi cermin dari keyakinan dan komitmennya.

Asbāb al-Nuzūl

Dalam penjelasan materi kitab disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما mengenai sebagian orang beriman yang menginginkan amal yang paling dicintai Allah.

عن ابن عباس قال: كان ناس من المؤمنين قبل أن يفرض الجهاد يقولون: لوددنا أن الله عز وجل دلنا على أحب الأعمال إليه، فنعمل به، فأخبر الله نبيه أن أحب الأعمال إليه أن آمن به، وجهاد أهل معصيته الذين خالفوا الإيمان ولم يقروا به.

Artinya secara ringkas: Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, diriwayatkan bahwa sebelum jihad diwajibkan, sebagian orang beriman berharap agar Allah menunjukkan kepada mereka amal yang paling dicintai-Nya agar mereka dapat mengerjakannya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa di antara amal yang dicintai-Nya adalah beriman kepada-Nya dan berjihad menghadapi orang-orang yang menentang iman.

Ketika jihad diwajibkan, sebagian orang merasa berat terhadap kewajiban tersebut. Dalam konteks inilah ayat tentang kesesuaian antara perkataan dan perbuatan menjadi peringatan bagi orang-orang beriman.

Makna مَقْتًا dalam Ayat

Kata مَقْتًا menunjukkan kemurkaan dan kebencian yang sangat besar. Karena itu, firman Allah:

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ

mengandung peringatan keras bahwa ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan merupakan perkara yang sangat dibenci Allah.

Seorang Muslim hendaknya tidak mudah memberikan janji, menyatakan kesanggupan atau mengaku memiliki komitmen tertentu apabila ia tidak benar-benar berusaha melaksanakannya.

Dari Individu Menuju Jamaah

Surah Ash-Shaff tidak hanya membicarakan kesalehan individu. Surah ini juga mengarahkan kaum beriman untuk membangun kekuatan bersama.

Allah memberikan perumpamaan yang sangat indah:

كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
Artinya: “Seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

Bangunan yang kokoh terdiri dari bagian-bagian yang saling melekat dan saling menguatkan. Demikian pula jamaah kaum Muslimin. Setiap anggota mempunyai posisi, tugas dan tanggung jawab yang saling melengkapi.

Islam sebagai Manhaj Kehidupan

Islam bukan sekadar keyakinan yang berada di dalam hati. Islam merupakan manhaj kehidupan yang memberikan petunjuk kepada manusia dalam menjalani kehidupannya.

Karena itu, iman harus memberikan pengaruh terhadap perilaku pribadi, keluarga dan masyarakat.

Manhaj Islam mengarahkan manusia kepada kehidupan yang dibangun atas dasar akidah, keadilan, persaudaraan, tanggung jawab, kerja sama dan ketaatan kepada Allah.

Perjuangan dan Kesatuan Barisan

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

Ayat ini memberikan gambaran tentang pentingnya keteraturan dan persatuan. Dalam penerapannya pada kehidupan umat, prinsip tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama dalam kebaikan, saling membantu, pembagian tugas dan kesatuan tujuan.

Kekuatan jamaah tidak dibangun dengan menghilangkan peran individu, tetapi dengan menempatkan setiap individu pada posisi yang saling melengkapi.

Pelajaran yang Dapat Diambil

1. Akidah yang benar melahirkan pengorbanan.
Keimanan yang sehat mendorong seseorang untuk memberikan kontribusi nyata bagi kebaikan.
2. Membiasakan lisan bertasbih kepada Allah.
Seorang Muslim hendaknya memperbanyak tasbih dan zikir kepada Allah sehingga kehidupannya selaras dengan fitrah penghambaan kepada-Nya.
3. Iman yang benar harus sesuai dengan amal.
Di antara tuntutan iman yang benar adalah adanya kesesuaian antara perkataan dan perbuatan.
4. Pentingnya kerja kolektif.
Kebaikan yang besar sering kali membutuhkan kerja sama, keteraturan dan pembagian tanggung jawab.

“Perdagangan” yang Menyelamatkan

Di tengah Surah Ash-Shaff, Allah menawarkan kepada orang-orang beriman sebuah perdagangan yang menyelamatkan dari azab.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ۝١٠
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ۝١١
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

(QS. Ash-Shaff [61]: 10–11)

Ayat ini menunjukkan bahwa iman memiliki konsekuensi. Seorang mukmin tidak hanya mengaku beriman, tetapi berusaha membuktikan imannya melalui amal dan pengorbanan.

Menjadi Penolong Agama Allah

Surah Ash-Shaff ditutup dengan seruan kepada orang-orang beriman agar menjadi penolong agama Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong agama Allah sebagaimana Isa putra Maryam berkata kepada para pengikut setianya, ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah?’ Para pengikut setianya menjawab, ‘Kamilah penolong-penolong agama Allah.’”

Kemudian Allah menjelaskan pertolongan-Nya kepada orang-orang yang beriman:

فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ
Artinya: “Kemudian Kami memberikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.”

(QS. Ash-Shaff [61]: 14)

Kesimpulan

Surah Ash-Shaff mengajarkan bahwa iman tidak boleh berhenti pada perkataan. Keimanan harus melahirkan amal nyata dan kesungguhan dalam menjalankan kebaikan.

Firman Allah:

لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

menjadi peringatan agar seorang Muslim menjaga kejujuran antara ucapan dan perbuatannya.

Sementara itu, gambaran:

كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

mengajarkan pentingnya persatuan, keteraturan dan saling menguatkan dalam melakukan kebaikan.

Dengan demikian, pesan utama Surah Ash-Shaff dapat diringkas dalam tiga hal: iman yang benar, amal yang sesuai dengan ucapan, dan kerja bersama dalam kebaikan.

Catatan Kaki dan Referensi

[1] Materi kajian Surah Ash-Shaff pada halaman kitab yang menjadi sumber terjemahan artikel ini.

[2] Al-Qur'an al-Karim, QS. Ash-Shaff [61]: 1–4.

[3] Al-Qur'an al-Karim, QS. Ash-Shaff [61]: 9.

[4] Al-Qur'an al-Karim, QS. Ash-Shaff [61]: 10–11.

[5] Al-Qur'an al-Karim, QS. Ash-Shaff [61]: 14.

[6] Riwayat Ibnu Abbas رضي الله عنهما sebagaimana dikutip dalam materi kitab mengenai sebab turunnya ayat Surah Ash-Shaff.

[7] Penjelasan Ibnu Jarir mengenai ayat يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ sebagaimana disebutkan dalam materi sumber.

Catatan: Artikel ini merupakan penyusunan dan penerjemahan materi dari halaman kitab yang diberikan, dengan penambahan struktur editorial agar lebih mudah dipahami pembaca GemaDakwah.

FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa tema utama Surah Ash-Shaff? Surah Ash-Shaff antara lain membahas kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, persatuan kaum beriman, perjuangan dalam kebaikan dan menjadi penolong agama Allah.
2. Apa maksud ayat “لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ”? Ayat tersebut merupakan peringatan agar orang beriman tidak mengatakan sesuatu yang tidak dilakukannya dan menjaga keselarasan antara ucapan dengan amal.
3. Apa makna “بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ”? Ungkapan tersebut berarti bangunan yang tersusun kokoh. Dalam konteks ayat, ia menggambarkan kekuatan, keteraturan dan persatuan orang-orang beriman.
4. Mengapa kesesuaian perkataan dan perbuatan penting dalam Islam? Karena iman yang benar memiliki konsekuensi dalam amal. Perkataan seorang mukmin seharusnya dibuktikan melalui tindakan yang sesuai dengan tuntunan Allah.
5. Apa pelajaran penting dari Surah Ash-Shaff? Di antaranya menjaga kejujuran, menyelaraskan ucapan dengan perbuatan, memperkuat persatuan, bekerja sama dalam kebaikan dan bersungguh-sungguh menjalankan ajaran Islam.

GemaDakwah l صدى الدعوة
Menyebar Ilmu, Menebar Kebaikan

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama