- A. Deskripsi Modul
- B. Capaian Pembelajaran
- C. Peta Pembelajaran
- Pertemuan 1: Pengantar Studi Hadis
- Pertemuan 2: Sejarah Perkembangan Hadis
- Pertemuan 3: Klasifikasi Hadis
- Pertemuan 4: Hadis Sahih, Hasan dan Dha'if
- Pertemuan 5: Sanad dan Matan
- Pertemuan 6: Jarh wa Ta'dil
- Pertemuan 7: Kritik Sanad
- Pertemuan 8: Kritik Matan
- Pertemuan 9: Takhrij Hadis
- Pertemuan 10: Kitab-Kitab Hadis
- Pertemuan 11: Syarah Hadis
- Pertemuan 12: Hadis dan Al-Qur'an
- Pertemuan 13: Living Hadis
- Pertemuan 14: Hadis dan Problematika Kontemporer
- Pertemuan 15: Metodologi Penelitian Hadis
- Pertemuan 16: Persiapan Tesis
- Kitab yang Perlu Dipelajari
- Tugas Akhir Modul
- Contoh Judul Tesis
- FAQ
A. Deskripsi Modul
Studi Hadis pada tingkat magister tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca dan menghafal hadis. Mahasiswa diarahkan untuk mampu melakukan penelitian hadis secara akademik, mulai dari penelusuran sumber, takhrij, analisis sanad dan matan, hingga pemahaman hadis dalam konteks kehidupan masyarakat.
Modul ini juga dirancang untuk mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir karena hadis memiliki hubungan yang sangat erat dengan penafsiran Al-Qur'an.
B. Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian hadis, sunnah, khabar dan atsar.
- Menjelaskan sejarah perkembangan hadis.
- Mengklasifikasikan hadis.
- Memahami istilah-istilah ilmu hadis.
- Menjelaskan kriteria hadis sahih.
- Melakukan takhrij hadis.
- Membaca dan menganalisis sanad.
- Mengenal ilmu jarh wa ta'dil.
- Menganalisis matan hadis.
- Membandingkan beberapa jalur periwayatan.
- Menggunakan kitab-kitab hadis.
- Memahami kitab syarah hadis.
- Menjelaskan hubungan Al-Qur'an dan hadis.
- Memahami kajian living hadis.
- Menyusun penelitian hadis.
- Mengembangkan penelitian hadis menjadi bahan tesis.
C. Peta Pembelajaran
Pertemuan 1: Pengantar Studi Hadis
1. Pengertian Hadis
Hadis secara umum adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat.
Artinya: "Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada niat."
2. Hadis, Sunnah, Khabar dan Atsar
| Istilah | Pengertian Umum |
|---|---|
| Hadis | Riwayat yang disandarkan kepada Nabi ﷺ. |
| Sunnah | Jalan atau tuntunan Nabi ﷺ. |
| Khabar | Berita atau riwayat secara umum. |
| Atsar | Riwayat yang sering digunakan untuk perkataan atau perbuatan sahabat dan generasi setelahnya. |
Pertemuan 2: Sejarah Perkembangan Hadis
Studi sejarah hadis membantu mahasiswa memahami bagaimana hadis ditransmisikan, dipelihara, ditulis, dikodifikasi, dan dikembangkan menjadi disiplin ilmu.
Materi yang perlu dipelajari meliputi:
- Penulisan hadis pada masa Nabi ﷺ.
- Hafalan dan periwayatan sahabat.
- Suhuf hadis.
- Perjalanan mencari hadis.
- Kodifikasi hadis.
- Perkembangan kitab-kitab hadis.
Pertemuan 3: Klasifikasi Hadis
Hadis dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut.
Berdasarkan sumber
- Marfu' — riwayat yang disandarkan kepada Nabi ﷺ.
- Mauquf — riwayat yang berhenti pada sahabat.
- Maqthu' — riwayat yang berhenti pada tabi'in.
Berdasarkan jumlah periwayat
- Mutawatir
- Masyhur
- Aziz
- Gharib
Berdasarkan kualitas
- Sahih
- Hasan
- Dha'if
Pertemuan 4: Hadis Sahih, Hasan dan Dha'if
Hadis Sahih
Secara umum, hadis sahih memenuhi lima kriteria utama:
Hadis Hasan
Hadis hasan memiliki karakteristik penerimaan yang mendekati hadis sahih, tetapi tingkat ketelitian perawinya berada di bawah hadis sahih.
Hadis Dha'if
Hadis dha'if adalah hadis yang tidak memenuhi kriteria hadis sahih maupun hasan.
Pertemuan 5: Sanad dan Matan
Sanad
Sanad adalah rangkaian periwayat yang menyampaikan hadis.
Matan
Matan adalah isi atau teks hadis.
Pertemuan 6: Jarh wa Ta'dil
Jarh wa Ta'dil adalah ilmu yang membahas penilaian terhadap para perawi hadis.
| Istilah | Makna Umum |
|---|---|
| ثقة | Tsiqah |
| صدوق | Shaduq |
| ضعيف | Lemah |
| متروك | Ditinggalkan |
| مجهول | Tidak dikenal |
Dalam penelitian tingkat magister, mahasiswa tidak cukup hanya menerjemahkan istilah tersebut, tetapi harus mengetahui siapa ulama yang memberikan penilaian, bagaimana metode penilaiannya, dan apakah terdapat perbedaan penilaian terhadap seorang perawi.
Pertemuan 7: Kritik Sanad
Kritik sanad bertujuan mengkaji kesinambungan dan kualitas jalur periwayatan hadis.
- Identitas perawi.
- Hubungan guru dan murid.
- Masa hidup perawi.
- Tempat tinggal dan perjalanan.
- Kemungkinan pertemuan.
- Kredibilitas perawi.
- Ketelitian perawi.
Pertemuan 8: Kritik Matan
Kritik matan merupakan proses menganalisis teks hadis dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.
- Perbandingan dengan Al-Qur'an.
- Perbandingan dengan hadis lain.
- Perbedaan redaksi.
- Konteks sejarah.
- Analisis bahasa.
- Kandungan hukum dan akhlak.
- Kemungkinan adanya syadz atau 'illah.
Pertemuan 9: Takhrij Hadis
Takhrij hadis adalah proses menelusuri hadis kepada sumber-sumber aslinya, kemudian mengkaji sanad dan kualitas periwayatannya.
Latihan
Ambil satu hadis pendek kemudian cari:
- Sumber hadis.
- Nama kitab.
- Bab.
- Nomor hadis.
- Sahabat perawi.
- Jalur sanad.
- Kualitas hadis.
Pertemuan 10: Kitab-Kitab Hadis
Kutub al-Sittah
- Shahih al-Bukhari.
- Shahih Muslim.
- Sunan Abu Dawud.
- Jami' al-Tirmidzi.
- Sunan al-Nasa'i.
- Sunan Ibn Majah.
Kitab penting lainnya
- Musnad Ahmad.
- Muwatta' Imam Malik.
- Sunan al-Darimi.
- Mushannaf 'Abd al-Razzaq.
- Mushannaf Ibn Abi Syaibah.
Pertemuan 11: Syarah Hadis
Syarah hadis adalah usaha menjelaskan kandungan hadis, baik dari aspek bahasa, makna, hukum, konteks maupun pelajaran yang terkandung di dalamnya.
Aspek yang dikaji
- Kosa kata hadis.
- Struktur bahasa.
- Konteks hadis.
- Hubungan dengan hadis lain.
- Kandungan hukum.
- Kandungan akhlak.
- Relevansi hadis.
Kitab syarah yang penting
- Fath al-Bari.
- Syarh Shahih Muslim.
- 'Aun al-Ma'bud.
- Tuhfat al-Ahwadzi.
Pertemuan 12: Hadis dan Al-Qur'an
Bagi mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, hubungan antara Al-Qur'an dan hadis merupakan materi yang sangat penting.
Al-Qur'an memberikan perintah untuk mendirikan salat. Sunnah Nabi ﷺ kemudian memberikan penjelasan praktis mengenai pelaksanaan salat.
Bentuk hubungan Al-Qur'an dan hadis
- Bayan al-ta'kid.
- Bayan al-tafsir.
- Bayan al-taqyid.
- Bayan al-takhsis.
- Penjelasan terhadap ayat yang masih global.
Pertemuan 13: Living Hadis
Living Hadis mengkaji bagaimana hadis dipahami, diterima, dipraktikkan dan diwariskan dalam kehidupan masyarakat.
Contoh penelitian
"Tradisi membaca hadis tertentu setelah salat di suatu masyarakat."
Penelitian dapat mengkaji sejarah tradisi, pemahaman masyarakat, tokoh yang mengajarkan, praktik pelaksanaan, serta fungsi sosialnya.
Pertemuan 14: Hadis dan Problematika Kontemporer
Hadis dan teknologi
- Hadis di media sosial.
- Digitalisasi kitab hadis.
- Aplikasi hadis.
- Penyebaran hadis tanpa sumber.
Hadis dan pendidikan
- Pendidikan anak.
- Adab guru dan murid.
- Pendidikan karakter.
Hadis dan keluarga
- Pendidikan keluarga.
- Hubungan orang tua dan anak.
- Keharmonisan keluarga.
Hadis dan ekonomi
- Jual beli.
- Amanah.
- Utang piutang.
- Etika perdagangan.
Pertemuan 15: Metodologi Penelitian Hadis
Struktur penelitian
Pertemuan 16: Persiapan Tesis
Pada tahap ini mahasiswa mulai menentukan masalah penelitian, mencari gap penelitian, memilih teori dan menentukan metode yang sesuai dengan objek penelitian.
Kitab yang Perlu Dipelajari
Musthalah Hadis
- Muqaddimah Ibn al-Shalah.
- Nukhbah al-Fikar.
- Nuzhah al-Nazhar.
- Tadrib al-Rawi.
- Taysir Musthalah al-Hadis.
Kitab Hadis
- Shahih al-Bukhari.
- Shahih Muslim.
- Sunan Abu Dawud.
- Jami' al-Tirmidzi.
- Sunan al-Nasa'i.
- Sunan Ibn Majah.
- Musnad Ahmad.
Kitab Syarah
- Fath al-Bari.
- Syarh Shahih Muslim.
- 'Aun al-Ma'bud.
- Tuhfat al-Ahwadzi.
Keterampilan yang Harus Dikuasai
| No. | Keterampilan |
|---|---|
| 1 | Membaca teks Arab hadis. |
| 2 | Menentukan sumber hadis. |
| 3 | Melakukan takhrij. |
| 4 | Membaca sanad. |
| 5 | Mengenali perawi. |
| 6 | Memahami jarh wa ta'dil. |
| 7 | Menganalisis matan. |
| 8 | Membandingkan beberapa riwayat. |
| 9 | Membaca kitab syarah. |
| 10 | Menulis penelitian ilmiah. |
Contoh Judul Tesis Studi Hadis
- Metodologi Pemanfaatan Hadis dalam Penafsiran Al-Qur'an: Studi Analitis terhadap Tafsir Kontemporer.
- Living Hadis dalam Tradisi Keagamaan Masyarakat Muslim: Kajian Fenomenologis.
- Otentisitas Hadis dalam Penyebaran Konten Keislaman di Media Digital: Studi Kritik Sanad dan Matan.
- Konsep Pendidikan Anak dalam Perspektif Hadis Nabi ﷺ: Studi Tematik dan Kontekstual.
- Konsep Keharmonisan Keluarga dalam Hadis Nabi ﷺ: Studi Ma'anil Hadis.
Tugas Akhir Modul
Pilih satu hadis kemudian lakukan penelitian sederhana dengan format berikut:
- Teks hadis.
- Terjemahan.
- Sumber hadis.
- Takhrij.
- Identifikasi sanad.
- Biografi perawi.
- Jarh wa ta'dil.
- Perbandingan sanad.
- Kritik matan.
- Syarah hadis.
- Konteks hadis.
- Relevansi dengan kehidupan sekarang.
- Kesimpulan.
- Daftar pustaka.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Studi Hadis penting untuk mahasiswa S2 IAT?
Ya. Hadis merupakan salah satu sumber penting dalam memahami Al-Qur'an dan sangat berguna dalam penelitian tafsir, khususnya ketika ayat dijelaskan melalui Sunnah Nabi ﷺ.
Apa yang paling penting dipelajari terlebih dahulu?
Mulailah dari Ulumul Hadis dan Musthalah Hadis, kemudian lanjutkan ke takhrij, jarh wa ta'dil, kritik sanad, kritik matan dan syarah hadis.
Apakah mahasiswa S2 harus bisa melakukan takhrij?
Sangat dianjurkan. Kemampuan takhrij membantu mahasiswa menemukan sumber asli hadis dan melakukan penelitian secara akademik.
Apa hubungan hadis dengan tafsir Al-Qur'an?
Hadis dapat memberikan penjelasan terhadap ayat Al-Qur'an, termasuk menjelaskan ayat yang masih bersifat umum atau global.
Apakah Living Hadis dapat menjadi tema tesis?
Ya. Living Hadis dapat menjadi objek penelitian apabila terdapat fenomena sosial yang berkaitan dengan pemahaman dan praktik hadis dalam masyarakat.
Penutup
Studi Hadis pada jenjang S2 membutuhkan kemampuan membaca sumber, memahami metodologi, melakukan penelitian dan menyusun argumentasi akademik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan secara bertahap mulai dari Ulumul Hadis hingga penelitian tesis.
Dengan menguasai dasar-dasar hadis, takhrij, kritik sanad dan matan, syarah hadis, living hadis serta metodologi penelitian, mahasiswa akan memiliki bekal yang lebih kuat untuk melakukan penelitian Al-Qur'an dan Tafsir secara akademik.
Posting Komentar
Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com