Iman kepada para rasul dan nabi merupakan bagian penting dari keimanan seorang muslim.
Iman tersebut tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi juga harus diwujudkan melalui
ketaatan, kecintaan, mengikuti sunnah, mempelajari sirah, menghormati para sahabat dan
Ahlul Bait, serta membenarkan seluruh ajaran yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
Artikel ini membahas secara lengkap pengertian iman kepada para rasul, kedudukan Nabi Muhammad ﷺ
sebagai penutup para nabi, hak-hak beliau, cara mencintai dan menaati Rasulullah ﷺ,
menghidupkan sunnah, bershalawat, mempelajari sirah, menjaga hadis, mencintai para sahabat,
dan memuliakan Ahlul Bait.
Pengaruh Iman kepada Para Rasul dan Nabi
Insya Allah, pembahasan ini dikhususkan untuk membahas satu tujuan penting dalam bidang akhlak,
yaitu agar seorang muslim dapat meneladani para nabi dan rasul dalam sifat-sifat dan akhlak mereka.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan pembaca mampu:
- Menjelaskan maksud beriman kepada para rasul.
- Menjelaskan bagaimana beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ.
- Menjelaskan bagaimana menunaikan hak Nabi ﷺ.
- Menyebutkan beberapa mukjizat para rasul.
A. Maksud Beriman kepada Para Nabi dan Rasul
Beriman kepada para rasul dan nabi hukumnya wajib, karena iman kepada para rasul
merupakan bagian dari pokok agama Islam.
﴿آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ﴾
[البقرة: 285]
Artinya:
“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula
orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Mereka berkata, ‘Kami tidak membeda-bedakan
seorang pun di antara rasul-rasul-Nya.’ Mereka berkata, ‘Kami dengar dan kami taat.
Ampunilah kami, wahai Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.”
Seorang muslim wajib beriman secara umum kepada seluruh nabi dan rasul Allah tanpa
membatasi keimanan hanya kepada sebagian rasul.
﴿وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا رُّسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا﴾
[النساء: 164–165]
Artinya:
“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul
yang tidak Kami kisahkan kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan pembicaraan
secara langsung. (Mereka adalah) para rasul sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,
agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah para rasul itu diutus.
Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Nabi dan Rasul yang Disebutkan dalam Al-Qur'an
Di dalam Al-Qur'an disebutkan nama 25 nabi dan rasul. Mereka adalah:
- Adam عليه السلام
- Idris عليه السلام
- Nuh عليه السلام
- Hud عليه السلام
- Saleh عليه السلام
- Ibrahim عليه السلام
- Lut عليه السلام
- Ismail عليه السلام
- Ishaq عليه السلام
- Ya'qub عليه السلام
- Yusuf عليه السلام
- Ayyub عليه السلام
- Syu'aib عليه السلام
- Musa عليه السلام
- Harun عليه السلام
- Yunus عليه السلام
- Dawud عليه السلام
- Sulaiman عليه السلام
- Ilyas عليه السلام
- Al-Yasa' عليه السلام
- Yunus عليه السلام
- Zakariya عليه السلام
- Yahya عليه السلام
- Isa عليه السلام
- Muhammad ﷺ
Catatan penting: Daftar 25 nabi yang masyhur dalam Al-Qur'an adalah 25 nama.
Urutan penyebutan nama para nabi dalam berbagai buku dapat berbeda.
Ulul Azmi dari Para Rasul
Di antara para rasul terdapat lima rasul yang dikenal sebagai Ulul Azmi,
yaitu rasul-rasul yang memiliki keteguhan dan kesabaran yang sangat besar dalam menjalankan
dakwah kepada umatnya.
محمد - إبراهيم - موسى - عيسى - نوح عليهم الصلاة والسلام
Artinya:
Muhammad, Ibrahim, Musa, Isa dan Nuh — semoga Allah memberikan shalawat
dan keselamatan kepada mereka.
﴿فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ﴾
[الأحقاف: 35]
Artinya:
“Maka bersabarlah engkau sebagaimana kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati.”
Mereka disebut Ulul Azmi karena mereka memiliki kesabaran yang besar dalam menghadapi
gangguan kaumnya, bersabar dalam menjalankan dakwah, dan memikul beban yang berat.
Para ulama menjelaskan bahwa kebutuhan manusia kepada para rasul sangat besar.
Tidak ada jalan menuju kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat kecuali
dengan mengikuti petunjuk yang dibawa para rasul.
Kebaikan dalam amal, perkataan dan akhlak adalah apa yang ditunjukkan oleh para rasul.
Mereka merupakan timbangan yang benar untuk menilai perkataan, perbuatan dan akhlak manusia.
Kebutuhan manusia kepada para rasul bahkan lebih besar daripada kebutuhan tubuh terhadap
makanan, kebutuhan mata terhadap cahaya, dan kebutuhan ruh terhadap kehidupan.
B. Beriman kepada Rasul Muhammad ﷺ
Seorang muslim wajib beriman bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi dan rasul.
Tidak ada nabi setelah beliau.
﴿وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ﴾
[الأحزاب: 40]
Artinya:
“Tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi.”
«مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَوَايَاهُ، جَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ: هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ؟ قَالَ: فَأَنَا اللَّبِنَةُ، وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ»
رواه مسلم
Artinya:
“Perumpamaanku dengan para nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun sebuah rumah,
lalu ia memperindah dan menyempurnakannya, kecuali ada satu tempat batu bata pada salah satu
sudutnya. Orang-orang mengelilingi rumah itu dan mengaguminya. Mereka berkata,
‘Mengapa batu bata ini tidak diletakkan?’ Beliau bersabda, ‘Akulah batu bata itu,
dan aku adalah penutup para nabi.’”
Rasulullah ﷺ Diutus kepada Seluruh Manusia
Rasulullah ﷺ tidak diutus hanya untuk satu bangsa atau kelompok tertentu, tetapi diutus
kepada seluruh manusia.
﴿يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ﴾
[الأحقاف: 31]
Artinya:
“Wahai kaum kami, penuhilah seruan orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadanya.
Niscaya Dia mengampuni dosa-dosa kalian dan melindungi kalian dari azab yang pedih.”
﴿قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا﴾
[الأعراف: 158]
Artinya:
“Katakanlah, ‘Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua.’”
«فُضِّلْتُ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ بِسِتٍّ: أُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ، وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ، وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا، وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً، وَخُتِمَ بِيَ النَّبِيُّونَ»
رواه مسلم
Artinya:
“Aku diberi keutamaan atas para nabi dengan enam perkara: aku diberi jawami' al-kalim,
aku ditolong dengan rasa takut, dihalalkan bagiku harta rampasan perang, bumi dijadikan
bagiku sebagai alat bersuci dan tempat salat, aku diutus kepada seluruh makhluk,
dan para nabi ditutup dengan kenabianku.”
Hak Nabi Muhammad ﷺ
Beriman kepada Rasulullah ﷺ memiliki konsekuensi berupa kewajiban memenuhi hak-hak beliau.
Di antara bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ adalah sebagai berikut.
1. Membenarkan Nabi ﷺ
Seorang muslim wajib membenarkan berita yang datang dari Rasulullah ﷺ dan meyakini kebenaran
risalah yang beliau bawa.
﴿وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ﴾
[النجم: 3–4]
Artinya:
“Dan dia tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah
wahyu yang diwahyukan kepadanya.”
2. Menaati Nabi ﷺ
Menaati Rasulullah ﷺ merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah.
﴿وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا﴾
[النور: 54]
Artinya:
“Jika kamu menaatinya, niscaya kamu mendapat petunjuk.”
﴿مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ﴾
[النساء: 80]
Artinya:
“Barang siapa menaati Rasul, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah.”
﴿فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾
Artinya:
“Hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya takut akan ditimpa fitnah
atau ditimpa azab yang pedih.”
3. Mencintai Nabi ﷺ
Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ merupakan bagian penting dari kesempurnaan iman.
«لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ»
متفق عليه
Artinya:
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada
anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia.”
4. Meneladani dan Mengikuti Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik bagi kaum muslimin. Karena itu, seorang muslim
hendaknya mengikuti akhlak, ibadah, perkataan dan perilaku beliau.
﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا﴾
[الأحزاب: 21]
Artinya:
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang
mengharap Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.”
5. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ
﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾
[الأحزاب: 56]
Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang
yang beriman! Bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»
Artinya:
“Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
6. Mendoakan Nabi ﷺ
Di antara bentuk penghormatan kepada Rasulullah ﷺ adalah bershalawat kepada beliau
dan memohon kepada Allah agar memberikan al-Wasilah kepada beliau.
«إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِيَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ»
رواه مسلم
Artinya:
“Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan.
Kemudian bershalawatlah kepadaku, karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali,
Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah
al-Wasilah untukku, karena al-Wasilah adalah suatu kedudukan di surga yang tidak layak
kecuali bagi seorang hamba di antara hamba-hamba Allah, dan aku berharap akulah orang tersebut.
Barang siapa memohonkan al-Wasilah untukku, niscaya syafaatku berhak baginya.”
7. Menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ
Sunnah Nabi ﷺ adalah setiap perkataan, perbuatan, ketetapan dan petunjuk yang berasal dari beliau.
Seorang muslim hendaknya berusaha mengamalkan sunnah dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
«مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَنِي فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ، كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، لَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ»
رواه ابن ماجه
Artinya:
“Barang siapa menghidupkan salah satu sunnahku lalu manusia mengamalkannya,
maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka.”
«فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ»
رواه أحمد وأبو داود والترمذي وابن ماجه
Artinya:
“Sesungguhnya siapa di antara kalian yang hidup setelahku akan melihat banyak perselisihan.
Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk.
Peganglah dengan kuat. Jauhilah perkara-perkara baru dalam agama, karena setiap perkara baru
adalah bidah dan setiap bidah adalah kesesatan.”
8. Mencintai Para Sahabat Nabi ﷺ
Seorang muslim wajib mencintai dan menghormati para sahabat Rasulullah ﷺ.
Mereka adalah generasi yang hidup bersama Nabi ﷺ, membantu dakwah beliau dan menyampaikan
ajaran Islam kepada generasi setelahnya.
«اللَّهَ اللَّهَ فِي أَصْحَابِي، لَا تَتَّخِذُوهُمْ غَرَضًا بَعْدِي، فَمَنْ أَحَبَّهُمْ فَبِحُبِّي أَحَبَّهُمْ، وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ فَبِبُغْضِي أَبْغَضَهُمْ»
Di antara bukti kecintaan kepada para sahabat adalah menyebut mereka dengan baik,
tidak mencela mereka, tidak merendahkan kedudukan mereka dan tidak menjadikan perselisihan
yang terjadi di antara mereka sebagai alasan untuk mencela mereka.
9. Mengenal Sirah Nabi ﷺ
Seorang muslim hendaknya mempelajari berita, perjalanan hidup dan sejarah Nabi Muhammad ﷺ.
Mempelajari sirah akan membantu seorang muslim untuk mengenal akhlak beliau,
metode dakwah beliau, kesabaran beliau dan cara beliau menghadapi berbagai keadaan.
Dengan mengenal sirah Nabi ﷺ, kecintaan kepada beliau akan semakin kuat dan keinginan
untuk mengikuti petunjuk beliau akan semakin besar.
10. Teliti dalam Menukil Perkataan Nabi ﷺ
Seorang muslim hendaknya berhati-hati ketika menyampaikan hadis. Jangan menyandarkan
suatu perkataan kepada Rasulullah ﷺ sebelum memastikan kebenarannya.
«إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ، فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ»
Artinya:
“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidak seperti berdusta atas nama orang lain.
Barang siapa sengaja berdusta atas namaku, hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.”
«نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَبَلَّغَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَحْفَظُ مِنْ سَامِعٍ»
رواه ابن ماجه
Artinya:
“Semoga Allah memberikan cahaya kepada seseorang yang mendengar sebuah hadis dari kami
lalu menyampaikannya. Bisa jadi orang yang disampaikan kepadanya lebih memahami dan
menghafalnya daripada orang yang mendengarnya secara langsung.”
11. Membela Nabi ﷺ
Membela Nabi ﷺ bukan hanya dengan perkataan, tetapi terutama dengan mengikuti ajaran beliau,
menghidupkan sunnah beliau, menjelaskan kebenaran risalah beliau dan menjaga kehormatan beliau.
﴿الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾
[الأعراف: 157]
Artinya:
“Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapati tertulis
dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Dia menyuruh mereka berbuat yang makruf,
melarang mereka dari yang mungkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik,
mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membebaskan mereka dari beban-beban
dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya,
memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang diturunkan bersamanya,
mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
12. Memuliakan Ahlul Bait Nabi ﷺ
Di antara hak Nabi ﷺ adalah menghormati dan memuliakan keluarga beliau yang dikenal
sebagai Ahlul Bait.
«فَأَهْلُ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي»
رواه مسلم
Artinya:
“Aku mengingatkan kalian agar bertakwa kepada Allah dalam urusan Ahlul Baitku.
Aku mengingatkan kalian agar bertakwa kepada Allah dalam urusan Ahlul Baitku.
Aku mengingatkan kalian agar bertakwa kepada Allah dalam urusan Ahlul Baitku.”
Apakah Kamu Sudah Menunaikan Hak Nabi ﷺ?
Setelah mempelajari materi ini, seorang muslim dianjurkan melakukan evaluasi terhadap
dirinya sendiri. Apakah kecintaan kepada Nabi ﷺ sudah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari?
Evaluasi Amalan Selama Satu Minggu
Berikan tanda ✓ pada kolom sesuai dengan amalan yang telah dilakukan.
| No. |
Amalan |
Sabtu |
Ahad |
Senin |
Selasa |
Rabu |
Kamis |
Jumat |
| 1 |
Membenarkan Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 2 |
Menaati Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 3 |
Tidak menyelisihi perintah Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 4 |
Mencintai Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 5 |
Tidak mengganggu atau menyakiti Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 6 |
Bershalawat kepada Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 7 |
Mendoakan Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 8 |
Menghidupkan sunnah Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 9 |
Menjaga adab terhadap Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 10 |
Memuliakan Ahlul Bait Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 11 |
Membela Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 12 |
Mencintai para sahabat Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 13 |
Mengenal sirah Nabi ﷺ |
| | | | | | |
| 14 |
Teliti dalam menukil perkataan Nabi ﷺ |
| | | | | | |
Pertanyaan evaluasi:
ماذا تنوي عمله بعد ملء هذه الاستبانة؟
Artinya: “Apa yang kamu niatkan untuk kamu lakukan setelah mengisi lembar evaluasi ini?”
Kesimpulan
Iman kepada para rasul merupakan bagian pokok dari keimanan seorang muslim.
Seorang muslim wajib beriman kepada seluruh nabi dan rasul yang diutus Allah serta meyakini
bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi dan rasul.
Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Di antara bentuknya
adalah membenarkan beliau, menaati perintah beliau, mencintai beliau, mengikuti sunnah,
memperbanyak shalawat, mempelajari sirah, berhati-hati dalam menukil hadis,
mencintai para sahabat dan memuliakan Ahlul Bait.
Rasulullah ﷺ merupakan uswah hasanah, yaitu teladan terbaik bagi umat Islam.
Karena itu, semakin kuat iman seseorang kepada Rasulullah ﷺ, seharusnya semakin kuat pula
keinginannya untuk mengikuti petunjuk dan akhlak beliau.
Penutup
Semoga pembahasan tentang Pengaruh Iman kepada Para Rasul dan Nabi ini
dapat menambah keimanan, kecintaan dan semangat kita untuk mengikuti Rasulullah ﷺ.
Mencintai Rasulullah ﷺ bukan sekadar mengucapkan cinta dengan lisan, tetapi membuktikannya
dengan mengikuti sunnah, menaati perintah beliau, menjaga hadis, mempelajari sirah,
meneladani akhlak beliau dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Sumber : في نور الإسلام — محمود أبو رية
Jilid: الأول — Jilid Pertama
GemaDakwah
Menebarkan Ilmu, Menghidupkan Dakwah
إرسال تعليق
Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com