Iman kepada hari akhir merupakan salah satu pokok keimanan dalam Islam. Keimanan ini tidak hanya berupa keyakinan dalam hati, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap akhlak, ibadah, cara menggunakan waktu, hubungan dengan sesama manusia, dan persiapan menghadapi kematian.
Daftar Isi
- Pengantar
- Bersegera dalam Amal Saleh
- Tidak Terlalu Condong kepada Dunia
- Kekuatan Jiwa
- Menghargai Nilai Waktu
- Mengarahkan Diri kepada Negeri Akhirat
- Memperbaiki Jiwa
- Persiapan Menghadapi Kematian
- Menulis dan Memperbarui Wasiat
- Sedekah Jariyah
- Membayar Utang
- Menata Urusan Keluarga
- Meminta Maaf
- Segera Bertaubat
- Evaluasi Diri
- Soal Evaluasi
- Kesimpulan
Pengantar: Pengaruh Iman kepada Hari Akhir
Iman kepada hari akhir mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Orang yang meyakini adanya kebangkitan, hisab, pahala dan hukuman akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupannya.
1. Bersegera dalam Amal Saleh
Iman kepada hari akhir mendorong seorang Muslim untuk bersegera melakukan amal saleh. Ia mengetahui bahwa setiap amal akan diperhitungkan dan mendapatkan balasan.
2. Tidak Terlalu Condong kepada Dunia
Iman kepada hari akhir mengajarkan bahwa kehidupan dunia bukan tujuan akhir. Dunia hanyalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat mendapatkan balasan.
3. Kekuatan Jiwa
Keyakinan terhadap kehidupan akhirat memberikan kekuatan jiwa kepada seorang mukmin. Ia menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah perjalanan menuju kehidupan yang kekal. Karena itu ia mampu bersabar dalam menghadapi ujian dan kesulitan.
Kisah 'Umair bin al-Humam رضي الله عنه pada Perang Badar menunjukkan bagaimana keyakinan terhadap surga dapat memberikan semangat dan keteguhan yang luar biasa.
Maknanya: Bergegaslah menuju Allah, bersabar dalam perjuangan, karena setiap bekal akan habis kecuali ketakwaan, kesabaran dan petunjuk.
4. Menghargai Nilai Waktu
Seorang mukmin memahami bahwa umur merupakan modal yang sangat berharga. Waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali. Karena itu setiap hari harus diisi dengan sesuatu yang bermanfaat.
Artinya: “Sesungguhnya malam dan siang bekerja terhadapmu, maka beramallah pada keduanya.”
Seorang mukmin berusaha agar hari ini lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Ia juga berusaha meninggalkan ilmu yang bermanfaat, amal saleh, sedekah jariyah dan keturunan yang saleh.
5. Mengarahkan Diri kepada Negeri Akhirat
Mengingat kematian membuat seseorang sadar bahwa dunia adalah tempat sementara, sedangkan akhirat adalah tempat yang kekal.
Artinya: “Ingatlah kematian, penghancur berbagai kenikmatan.”
Artinya: “Dan ingatlah kematian yang akan datang.”
Mengingat kematian membuat manusia tidak berlebihan dalam mencintai dunia, baik ketika berada dalam kesulitan maupun ketika mendapatkan kelapangan.
6. Memperbaiki Jiwa
Mengingat kematian mempunyai pengaruh besar dalam memperbaiki jiwa. Manusia dapat terlena oleh dunia, menunda taubat dan lalai dalam ibadah. Mengingat kematian mengingatkan manusia agar segera memperbaiki diri.
Di antara manfaat mengingat kematian adalah menyegerakan taubat, memiliki qanaah dalam hati dan meningkatkan semangat beribadah.
7. Persiapan Nyata Menghadapi Kematian
Kematian adalah kenyataan yang pasti terjadi. Orang yang berakal tidak seharusnya lalai terhadapnya.
Persiapan menghadapi kematian dilakukan dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan Allah dan manusia serta menyelesaikan berbagai tanggung jawab yang masih menjadi kewajiban.
A. Menulis dan Memperbarui Wasiat
Maknanya: Tidaklah pantas bagi seorang Muslim yang memiliki sesuatu yang hendak diwasiatkan untuk melewati dua malam kecuali wasiatnya telah tertulis di sisinya.
B. Memikirkan Sedekah Jariyah
Seorang Muslim hendaknya memikirkan amal yang manfaatnya tetap berlangsung setelah kematiannya, seperti wakaf, ilmu yang bermanfaat dan berbagai bentuk sedekah jariyah.
C. Membayar Utang
Orang yang memiliki utang hendaknya segera berusaha menyelesaikannya dan tidak menunda-nunda kewajibannya.
D. Menata Urusan Keluarga
Seorang Muslim hendaknya memperhatikan keadaan keluarganya serta menata berbagai urusan yang mereka perlukan setelah dirinya meninggal.
E. Meminta Maaf
Apabila seseorang pernah berbuat salah kepada orang lain, hendaknya ia segera meminta maaf dan memperbaiki hubungan. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, hendaknya ia mendoakan kebaikan bagi orang tersebut.
F. Segera Bertaubat
Taubat tidak boleh ditunda. Seorang mukmin hendaknya segera kembali kepada Allah, meninggalkan dosa dan memperbaiki kesalahan.
Evaluasi Diri
| No. | Pernyataan |
|---|---|
| 1 | Saya bersegera melakukan berbagai kebaikan untuk menambah bekal pahala. |
| 2 | Saya menjaga waktu agar tidak berlalu dalam perkara yang tidak bermanfaat. |
| 3 | Saya merasa tenang karena mengetahui bahwa kehidupan dan kematian berada dalam ketetapan Allah. |
| 4 | Saya selalu mengingat sedekah jariyah yang manfaatnya kembali kepada saya setelah meninggal. |
| 5 | Saya menulis wasiat dan memperbaruinya dari waktu ke waktu. |
| 6 | Saya segera berusaha melunasi utang. |
| 7 | Saya meminta maaf kepada orang yang pernah saya sakiti. |
| 8 | Saya segera bertaubat dan kembali kepada Allah. |
| 9 | Saya berusaha selalu berada dalam ketaatan kepada Allah dalam seluruh keadaan. |
Soal Evaluasi
1. Apa pengaruh iman kepada hari akhir?
Iman kepada hari akhir mendorong manusia melakukan amal saleh, meninggalkan keburukan dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
2. Mengapa seorang mukmin tidak boleh terlena dengan dunia?
Karena dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal.
3. Bagaimana iman kepada hari akhir memberikan kekuatan jiwa?
Keyakinan terhadap pahala dan kehidupan akhirat memberikan kesabaran, keteguhan dan semangat dalam menghadapi berbagai ujian.
4. Mengapa waktu harus dimanfaatkan dengan baik?
Karena umur merupakan modal manusia untuk beramal dan akan dimintai pertanggungjawaban.
5. Sebutkan persiapan menghadapi kematian!
Di antaranya menulis wasiat, membayar utang, memikirkan sedekah jariyah, menata urusan keluarga, meminta maaf dan segera bertaubat.
Kesimpulan
Iman kepada hari akhir memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan seorang Muslim.
Keimanan tersebut mendorong seseorang untuk bersegera dalam amal saleh, tidak berlebihan mencintai dunia, memiliki kekuatan jiwa, menghargai waktu, selalu mengingat akhirat, memperbaiki diri dan mempersiapkan kematian.
Karena itu, iman kepada hari akhir harus diwujudkan dalam perilaku nyata. Seorang Muslim tidak cukup hanya mengetahui bahwa hari akhir itu benar, tetapi harus menjadikan keyakinan tersebut sebagai motivasi untuk memperbaiki ibadah, akhlak, hubungan dengan manusia dan seluruh kehidupannya.
Sumber : في نور الإسلام — محمود أبو رية
Jilid: الأول — Jilid Pertama

إرسال تعليق
Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com