Thaharah : Kesucian sebagai Syarat Iman dan Ibadah | Pengertian, Air, Najis, Wudhu dan Tayamum


الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ
“Bersuci adalah sebagian dari iman.”

1. Pendahuluan: Thaharah dan Kesempurnaan Iman

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kesucian dan kebersihan. Islam memerintahkan kesucian serta menganjurkan kebersihan dan keindahan. Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”

Islam juga mencintai keindahan dalam segala sesuatu. Karena itu seorang muslim dituntut untuk menampilkan keadaan yang baik dan indah sesuai dengan kemampuan, terutama ketika menghadap Allah dalam ibadah.

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.”

2. Thaharah sebagai Bagian dari Iman

Al-Qur'an mengajarkan agar seorang muslim memperhatikan pakaian dan penampilannya ketika melaksanakan shalat.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
Artinya: “Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid.”

Rasulullah ﷺ juga menjelaskan kedudukan thaharah dengan sabdanya:

الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ
Artinya: “Bersuci adalah sebagian dari iman.”

Thaharah bukan hanya kebersihan lahiriah. Ia juga mencakup kesucian batin dan kesucian dari berbagai perkara yang menghalangi seseorang dalam melaksanakan ibadah.

3. Kedudukan Thaharah dalam Islam

Thaharah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam syariat Islam. Bahkan thaharah menjadi syarat sah bagi sejumlah ibadah.

Shalat merupakan salah satu ibadah yang mensyaratkan kesucian. Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, usaplah kepalamu dan basuhlah kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةً بِغَيْرِ طُهُورٍ
Artinya: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.”

Demikian pula thawaf di Baitullah memiliki kaitan dengan kesucian, sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan fikih tentang thaharah.

4. Apa Itu Thaharah?

Thaharah secara bahasa berarti kebersihan dan kesucian.

Thaharah secara syariat adalah menghilangkan hadats dan menghilangkan najis.

Ringkasnya:
Thaharah mencakup dua perkara utama, yaitu mengangkat hadats dan menghilangkan najis.

5. Pengertian Hadats dan Najis

Hadats adalah perkara yang menghalangi seseorang dari keadaan suci yang disyaratkan untuk ibadah tertentu.

Hadats Besar

Hadats besar antara lain berkaitan dengan haid, nifas, janabah dan perkara lain yang mewajibkan mandi.

Hadats Kecil

Hadats kecil antara lain disebabkan oleh buang air kecil, buang air besar, keluar angin dan perkara lain yang membatalkan wudhu.

Najis

Najis adalah benda atau sesuatu yang secara syariat dianggap najis dan wajib dibersihkan apabila mengenai badan, pakaian atau tempat yang hendak digunakan untuk ibadah tertentu.

6. Pembagian Thaharah

Thaharah memiliki cakupan yang luas. Di antaranya:

  1. Kesucian hati dari syirik.
  2. Kesucian anggota badan dari maksiat dan dosa.
  3. Kesucian lahir dari hadats dan najis.

Kesucian hati merupakan perkara yang paling utama, sedangkan kesucian lahiriah merupakan bagian penting dari pelaksanaan ibadah.

7. Dengan Apa Kita Bersuci?

Jika pembahasan thaharah diwajibkan untuk dipahami seorang muslim, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:

  1. Apa yang dimaksud dengan thaharah?
  2. Dengan apa seseorang bersuci?
  3. Apa yang harus dibersihkan?
  4. Ibadah apa saja yang membutuhkan thaharah?
  5. Bagaimana cara melakukan thaharah?

8. Air sebagai Alat Bersuci

Air merupakan alat utama untuk bersuci. Pada asalnya air adalah suci dan dapat digunakan untuk menghilangkan hadats serta membersihkan najis.

وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
Artinya: “Dan Kami turunkan dari langit air yang suci.”

Air yang turun dari langit atau keluar dari bumi pada asalnya merupakan air yang suci.

Air laut juga termasuk air yang dapat digunakan untuk bersuci.

هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ، الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
Artinya: “Air laut itu suci dan bangkainya halal.”

Demikian pula terdapat keterangan tentang air sumur yang menunjukkan bahwa air pada asalnya tetap suci selama tidak terdapat perubahan yang menjadikan air tersebut najis.

9. Hukum Air yang Suci

Pada dasarnya air tetap suci selama tidak berubah sifatnya karena sesuatu yang najis.

Perubahan yang diperhatikan dalam pembahasan ini adalah perubahan pada warna, bau, atau rasa.

Kaidah penting:
Hukum asal air adalah suci. Status tersebut tidak berpindah kepada hukum najis hanya berdasarkan dugaan, tetapi harus terdapat sebab atau bukti yang menunjukkan adanya najis.

Dengan demikian, air yang tidak berubah warna, bau, atau rasanya karena najis tetap dihukumi suci.

10. Kapan Air Menjadi Najis?

Air dihukumi najis apabila najis masuk ke dalamnya lalu menyebabkan perubahan pada salah satu sifat air, yaitu:

  • Warna
  • Bau
  • Rasa

Jika terdapat perubahan karena najis, maka hukum air mengikuti perubahan tersebut sesuai dengan rincian hukum fikih.

Adapun jika sesuatu yang masuk ke dalam air tidak menyebabkan perubahan pada sifat air dan bukan sesuatu yang menjadikannya najis, maka hukum asal kesucian air tetap berlaku.

11. Kaidah Penting tentang Air

الأصل في المياه الطهارة

Artinya: “Hukum asal air adalah suci.”

Kaidah ini menunjukkan bahwa air tidak dihukumi najis hanya berdasarkan keraguan. Apabila seseorang ragu apakah air tersebut terkena najis atau tidak, maka hukum asalnya tetap suci sampai terdapat bukti yang meyakinkan.

Demikian pula selama air tetap berada pada keadaan asalnya dan tidak berubah karena najis, maka air tersebut tetap dapat digunakan untuk bersuci.

12. Bersuci dengan Sha'id (Tayamum)

Apabila seseorang tidak mendapatkan air atau tidak mampu menggunakan air, maka syariat memberikan keringanan berupa tayamum.

فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا
Artinya: “Jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik.”

Yang dimaksud dengan sha'id adalah permukaan bumi yang suci, seperti tanah dan yang sejenis dengannya sesuai dengan rincian hukum fikih.

Tidak mendapatkan air
Tidak mampu menggunakan air


TAYAMUM


Menggunakan Sha'id yang suci

13. Membersihkan Najis

Thaharah dari najis berarti menghilangkan najis yang mengenai badan, pakaian, tempat, atau benda lainnya.

Seorang muslim hendaknya memperhatikan kebersihan pakaian, badan dan tempat ibadahnya.

Termasuk perkara yang harus diperhatikan adalah kebersihan setelah buang air kecil dan buang air besar.

14. Bahaya Meremehkan Thaharah

Meremehkan thaharah merupakan perkara yang tidak sepatutnya dilakukan seorang muslim. Dalam hadis disebutkan kisah dua orang yang mendapatkan azab, salah satunya disebabkan karena tidak menjaga diri dari air kencing.

أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ
Artinya secara makna: “Salah seorang dari keduanya tidak menjaga diri dari air kencingnya.”

Hadis ini memberikan pelajaran bahwa menjaga kebersihan dan kesucian bukan perkara sepele. Seorang muslim harus memperhatikan cara bersuci dengan benar sehingga najis tidak mengenai badan, pakaian atau tempatnya.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

عَامَّةُ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْلِ، فَاسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ
Artinya secara makna: “Kebanyakan azab kubur disebabkan oleh air kencing, maka jagalah diri dari air kencing.”
Pelajaran: Hadis-hadis tersebut menunjukkan pentingnya bersungguh-sungguh dalam menjaga kebersihan dan kesucian setelah buang air kecil serta tidak meremehkan perkara thaharah.

15. Keutamaan Orang yang Menyucikan Diri

Allah Ta'ala memuji penduduk Quba karena perhatian mereka terhadap kesucian.

فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Artinya: “Di dalamnya terdapat orang-orang yang senang menyucikan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Ayat ini menunjukkan keutamaan menjaga kesucian dan kebersihan.

16. Lima Hal yang Perlu Diketahui tentang Thaharah

No. Hal yang Perlu Diketahui Penjelasan
1 Apa itu thaharah? Thaharah adalah menghilangkan hadats dan menghilangkan najis.
2 Dengan apa bersuci? Dengan air yang suci dan menyucikan. Jika tidak ada atau tidak mampu menggunakan air, dapat menggunakan tayamum sesuai ketentuan syariat.
3 Apa yang dibersihkan? Hadats diangkat dan najis dihilangkan dari badan, pakaian, tempat, dan benda yang terkena najis.
4 Ibadah apa yang membutuhkan thaharah? Di antaranya shalat dan ibadah lain yang disyaratkan kesucian menurut ketentuan syariat.
5 Bagaimana cara bersuci? Dengan wudhu, mandi, menghilangkan najis, atau tayamum sesuai keadaan dan ketentuan syariat.

17. Bagan Ringkasan Thaharah

THAHARAH
Mengangkat Hadats
Menghilangkan Najis


WUDHU
MANDI
TAYAMUM
MEMBERSIHKAN NAJIS


AIR SUCI
SHA'ID YANG SUCI

Ringkasan Hukum Air

Keadaan Air Hukum
Air tetap pada sifat asalnya Suci dan dapat digunakan untuk bersuci.
Air terkena sesuatu tetapi tidak berubah sifatnya dan bukan najis Hukum asal kesuciannya tetap.
Air berubah warna, bau, atau rasa karena najis Menjadi najis sesuai rincian hukum fikih.
Tidak mendapatkan air atau tidak mampu menggunakan air Dapat bertayamum sesuai ketentuan syariat.

18. Pelajaran dan Hikmah

  • Thaharah memiliki kedudukan penting dalam Islam.
  • Kesucian merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah.
  • Seorang muslim hendaknya menjaga kebersihan badan, pakaian dan tempat.
  • Hukum asal air adalah suci sampai terdapat dalil yang menunjukkan kenajisannya.
  • Perubahan warna, bau, atau rasa karena najis menjadi perkara penting dalam pembahasan hukum air.
  • Syariat memberikan kemudahan melalui tayamum ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan.
  • Seorang muslim tidak boleh meremehkan kebersihan setelah buang air kecil maupun buang air besar.
  • Thaharah bukan hanya kesucian lahir, tetapi juga mencakup kesucian hati dan anggota badan dari dosa.

19. Kesimpulan

Thaharah merupakan salah satu pembahasan penting dalam fikih Islam. Kesucian berkaitan erat dengan ibadah, khususnya shalat. Karena itu seorang muslim perlu memahami pengertian thaharah, hadats, najis, hukum air, wudhu, mandi, tayamum, serta tata cara menghilangkan najis.

Islam mengajarkan keseimbangan antara kesucian lahir dan batin. Seorang muslim tidak hanya menjaga kebersihan tubuh dan pakaian, tetapi juga membersihkan hati dari syirik, dosa dan berbagai penyakit hati.

Dengan memahami thaharah secara benar, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik dan sesuai dengan tuntunan syariat.


GemaDakwah
Menyebar Ilmu, Menebar Kebaikan

⬆ Kembali ke Daftar Isi

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama