📑 Daftar Isi
- Pendahuluan: Thaharah dan Kesempurnaan Iman
- Thaharah sebagai Bagian dari Iman
- Kedudukan Thaharah dalam Islam
- Apa Itu Thaharah?
- Pengertian Hadats dan Najis
- Pembagian Thaharah
- Dengan Apa Kita Bersuci?
- Air sebagai Alat Bersuci
- Hukum Air yang Suci
- Kapan Air Menjadi Najis?
- Kaidah Penting tentang Air
- Bersuci dengan Sha'id (Tayamum)
- Membersihkan Najis
- Bahaya Meremehkan Thaharah
- Lima Hal yang Wajib Diketahui tentang Thaharah
- Bagan Ringkasan Thaharah
- Pelajaran dan Hikmah
- Kesimpulan
1. Pendahuluan: Thaharah dan Kesempurnaan Iman
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kesucian dan kebersihan. Islam memerintahkan kesucian serta menganjurkan kebersihan dan keindahan. Allah Ta'ala berfirman:
Islam juga mencintai keindahan dalam segala sesuatu. Karena itu seorang muslim dituntut untuk menampilkan keadaan yang baik dan indah sesuai dengan kemampuan, terutama ketika menghadap Allah dalam ibadah.
2. Thaharah sebagai Bagian dari Iman
Al-Qur'an mengajarkan agar seorang muslim memperhatikan pakaian dan penampilannya ketika melaksanakan shalat.
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan kedudukan thaharah dengan sabdanya:
Thaharah bukan hanya kebersihan lahiriah. Ia juga mencakup kesucian batin dan kesucian dari berbagai perkara yang menghalangi seseorang dalam melaksanakan ibadah.
3. Kedudukan Thaharah dalam Islam
Thaharah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam syariat Islam. Bahkan thaharah menjadi syarat sah bagi sejumlah ibadah.
Shalat merupakan salah satu ibadah yang mensyaratkan kesucian. Allah Ta'ala berfirman:
Rasulullah ﷺ bersabda:
Demikian pula thawaf di Baitullah memiliki kaitan dengan kesucian, sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan fikih tentang thaharah.
4. Apa Itu Thaharah?
Thaharah secara bahasa berarti kebersihan dan kesucian.
Thaharah secara syariat adalah menghilangkan hadats dan menghilangkan najis.
5. Pengertian Hadats dan Najis
Hadats adalah perkara yang menghalangi seseorang dari keadaan suci yang disyaratkan untuk ibadah tertentu.
Hadats Besar
Hadats besar antara lain berkaitan dengan haid, nifas, janabah dan perkara lain yang mewajibkan mandi.
Hadats Kecil
Hadats kecil antara lain disebabkan oleh buang air kecil, buang air besar, keluar angin dan perkara lain yang membatalkan wudhu.
Najis
Najis adalah benda atau sesuatu yang secara syariat dianggap najis dan wajib dibersihkan apabila mengenai badan, pakaian atau tempat yang hendak digunakan untuk ibadah tertentu.
6. Pembagian Thaharah
Thaharah memiliki cakupan yang luas. Di antaranya:
- Kesucian hati dari syirik.
- Kesucian anggota badan dari maksiat dan dosa.
- Kesucian lahir dari hadats dan najis.
Kesucian hati merupakan perkara yang paling utama, sedangkan kesucian lahiriah merupakan bagian penting dari pelaksanaan ibadah.
7. Dengan Apa Kita Bersuci?
Jika pembahasan thaharah diwajibkan untuk dipahami seorang muslim, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:
- Apa yang dimaksud dengan thaharah?
- Dengan apa seseorang bersuci?
- Apa yang harus dibersihkan?
- Ibadah apa saja yang membutuhkan thaharah?
- Bagaimana cara melakukan thaharah?
8. Air sebagai Alat Bersuci
Air merupakan alat utama untuk bersuci. Pada asalnya air adalah suci dan dapat digunakan untuk menghilangkan hadats serta membersihkan najis.
Air yang turun dari langit atau keluar dari bumi pada asalnya merupakan air yang suci.
Air laut juga termasuk air yang dapat digunakan untuk bersuci.
Demikian pula terdapat keterangan tentang air sumur yang menunjukkan bahwa air pada asalnya tetap suci selama tidak terdapat perubahan yang menjadikan air tersebut najis.
9. Hukum Air yang Suci
Pada dasarnya air tetap suci selama tidak berubah sifatnya karena sesuatu yang najis.
Perubahan yang diperhatikan dalam pembahasan ini adalah perubahan pada warna, bau, atau rasa.
Dengan demikian, air yang tidak berubah warna, bau, atau rasanya karena najis tetap dihukumi suci.
10. Kapan Air Menjadi Najis?
Air dihukumi najis apabila najis masuk ke dalamnya lalu menyebabkan perubahan pada salah satu sifat air, yaitu:
- Warna
- Bau
- Rasa
Jika terdapat perubahan karena najis, maka hukum air mengikuti perubahan tersebut sesuai dengan rincian hukum fikih.
Adapun jika sesuatu yang masuk ke dalam air tidak menyebabkan perubahan pada sifat air dan bukan sesuatu yang menjadikannya najis, maka hukum asal kesucian air tetap berlaku.
11. Kaidah Penting tentang Air
الأصل في المياه الطهارة
Artinya: “Hukum asal air adalah suci.”
Kaidah ini menunjukkan bahwa air tidak dihukumi najis hanya berdasarkan keraguan. Apabila seseorang ragu apakah air tersebut terkena najis atau tidak, maka hukum asalnya tetap suci sampai terdapat bukti yang meyakinkan.
Demikian pula selama air tetap berada pada keadaan asalnya dan tidak berubah karena najis, maka air tersebut tetap dapat digunakan untuk bersuci.
12. Bersuci dengan Sha'id (Tayamum)
Apabila seseorang tidak mendapatkan air atau tidak mampu menggunakan air, maka syariat memberikan keringanan berupa tayamum.
Yang dimaksud dengan sha'id adalah permukaan bumi yang suci, seperti tanah dan yang sejenis dengannya sesuai dengan rincian hukum fikih.
13. Membersihkan Najis
Thaharah dari najis berarti menghilangkan najis yang mengenai badan, pakaian, tempat, atau benda lainnya.
Seorang muslim hendaknya memperhatikan kebersihan pakaian, badan dan tempat ibadahnya.
Termasuk perkara yang harus diperhatikan adalah kebersihan setelah buang air kecil dan buang air besar.
14. Bahaya Meremehkan Thaharah
Meremehkan thaharah merupakan perkara yang tidak sepatutnya dilakukan seorang muslim. Dalam hadis disebutkan kisah dua orang yang mendapatkan azab, salah satunya disebabkan karena tidak menjaga diri dari air kencing.
Hadis ini memberikan pelajaran bahwa menjaga kebersihan dan kesucian bukan perkara sepele. Seorang muslim harus memperhatikan cara bersuci dengan benar sehingga najis tidak mengenai badan, pakaian atau tempatnya.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
15. Keutamaan Orang yang Menyucikan Diri
Allah Ta'ala memuji penduduk Quba karena perhatian mereka terhadap kesucian.
Ayat ini menunjukkan keutamaan menjaga kesucian dan kebersihan.
16. Lima Hal yang Perlu Diketahui tentang Thaharah
| No. | Hal yang Perlu Diketahui | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Apa itu thaharah? | Thaharah adalah menghilangkan hadats dan menghilangkan najis. |
| 2 | Dengan apa bersuci? | Dengan air yang suci dan menyucikan. Jika tidak ada atau tidak mampu menggunakan air, dapat menggunakan tayamum sesuai ketentuan syariat. |
| 3 | Apa yang dibersihkan? | Hadats diangkat dan najis dihilangkan dari badan, pakaian, tempat, dan benda yang terkena najis. |
| 4 | Ibadah apa yang membutuhkan thaharah? | Di antaranya shalat dan ibadah lain yang disyaratkan kesucian menurut ketentuan syariat. |
| 5 | Bagaimana cara bersuci? | Dengan wudhu, mandi, menghilangkan najis, atau tayamum sesuai keadaan dan ketentuan syariat. |
17. Bagan Ringkasan Thaharah
Ringkasan Hukum Air
| Keadaan Air | Hukum |
|---|---|
| Air tetap pada sifat asalnya | Suci dan dapat digunakan untuk bersuci. |
| Air terkena sesuatu tetapi tidak berubah sifatnya dan bukan najis | Hukum asal kesuciannya tetap. |
| Air berubah warna, bau, atau rasa karena najis | Menjadi najis sesuai rincian hukum fikih. |
| Tidak mendapatkan air atau tidak mampu menggunakan air | Dapat bertayamum sesuai ketentuan syariat. |
18. Pelajaran dan Hikmah
- Thaharah memiliki kedudukan penting dalam Islam.
- Kesucian merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah.
- Seorang muslim hendaknya menjaga kebersihan badan, pakaian dan tempat.
- Hukum asal air adalah suci sampai terdapat dalil yang menunjukkan kenajisannya.
- Perubahan warna, bau, atau rasa karena najis menjadi perkara penting dalam pembahasan hukum air.
- Syariat memberikan kemudahan melalui tayamum ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan.
- Seorang muslim tidak boleh meremehkan kebersihan setelah buang air kecil maupun buang air besar.
- Thaharah bukan hanya kesucian lahir, tetapi juga mencakup kesucian hati dan anggota badan dari dosa.
19. Kesimpulan
Thaharah merupakan salah satu pembahasan penting dalam fikih Islam. Kesucian berkaitan erat dengan ibadah, khususnya shalat. Karena itu seorang muslim perlu memahami pengertian thaharah, hadats, najis, hukum air, wudhu, mandi, tayamum, serta tata cara menghilangkan najis.
Islam mengajarkan keseimbangan antara kesucian lahir dan batin. Seorang muslim tidak hanya menjaga kebersihan tubuh dan pakaian, tetapi juga membersihkan hati dari syirik, dosa dan berbagai penyakit hati.
Dengan memahami thaharah secara benar, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik dan sesuai dengan tuntunan syariat.


إرسال تعليق
Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com