Iman kepada Malaikat dan Kitab Allah : Pengaruh dan Konsekuensinya

GemaDakwah — Menyebar Ilmu, Menebar Kebaikan
Artikel ini membahas pengaruh iman kepada malaikat dalam kehidupan seorang mukmin serta konsekuensi iman kepada kitab-kitab Allah, khususnya Al-Qur'an. Pembahasan mencakup tilawah, tadabbur, mempelajari, mengajarkan, mengamalkan, dan berhukum dengan Al-Qur'an.

Daftar Isi

Pengaruh Iman kepada Malaikat

Iman kepada malaikat merupakan bagian penting dari iman seorang Muslim. Keimanan kepada alam gaib tidak dibangun berdasarkan dugaan, tetapi berdasarkan wahyu Allah dan keterangan Rasul-Nya.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan seorang Muslim mampu:

  1. Menjelaskan hakikat iman kepada malaikat.
  2. Menjelaskan pengaruh iman kepada malaikat.
  3. Merasakan manisnya iman kepada malaikat.

Pengantar tentang Alam Gaib

Sesungguhnya iman tidak akan menjadi iman yang hakiki apabila manusia tidak mengimani alam gaib dengan penuh keyakinan, tanpa keraguan dan tanpa prasangka.

Inilah manhaj para nabi dan orang-orang beriman yang membenarkan perkara-perkara yang tidak dapat dijangkau oleh pancaindra manusia.

﴿آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ﴾
“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.”
(QS. Al-Baqarah: 285)

Alam gaib tidak dapat diketahui hanya melalui pancaindra. Cara untuk mengetahui perkara gaib adalah melalui wahyu Allah.

﴿وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ﴾
“Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa.”

Pengaruh Iman kepada Malaikat dalam Kehidupan

1. Mengangkat Ruh kepada Kebaikan

Hubungan seorang mukmin dengan malaikat dapat menjadi sebab meningkatnya ruh dan tercapainya hikmah Ilahi dalam penciptaan manusia. Manusia diciptakan untuk melaksanakan amanah kehidupan dan menjalankan tugasnya di bumi.

Karena itu, iman kepada malaikat termasuk tanda kebajikan dan ketakwaan.

Allah Ta'ala berfirman bahwa kebajikan mencakup iman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab-kitab dan para nabi.

(QS. Al-Baqarah: 177)

2. Merasakan Pengawasan Allah

Orang yang beriman kepada Allah akan menyadari bahwa malaikat senantiasa bersamanya, mengawasi perkataan dan perbuatannya serta mencatat amal yang dilakukannya.

Kesadaran tersebut membuat seorang mukmin berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan, baik ketika berada di tempat terbuka maupun ketika sendirian.

Ia mengetahui bahwa seluruh amal telah dihitung, dicatat dan akan dipertanggungjawabkan.

3. Menumbuhkan Kesabaran dan Semangat dalam Ketaatan

Di antara pengaruh iman kepada malaikat adalah tumbuhnya kesabaran, ketenangan, optimisme dan keteguhan.

Ketika seorang mukmin menghadapi kesulitan, gangguan atau permusuhan dalam perjalanan hidupnya, iman kepada malaikat membuatnya tetap sabar dan terus menjalankan ketaatan kepada Allah.

Ia merasa tidak sendirian dalam perjalanan menuju Allah. Ia mengingat bahwa Allah memiliki para malaikat yang mulia serta hamba-hamba-Nya yang taat.

4. Meyakini Penjagaan dan Pengawasan Malaikat

Malaikat memiliki tugas yang Allah berikan kepada mereka untuk menjaga manusia dan mencatat amal perbuatannya.

Malaikat mencatat perkataan dan perbuatan manusia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Kesadaran tersebut mendorong seorang mukmin untuk memperbaiki amal dan menjauhi kemaksiatan.

5. Menjaga Hubungan dengan Malaikat melalui Amal Saleh

Seorang mukmin hendaknya berusaha melakukan amal-amal yang dicintai oleh para malaikat, menjaga kebersihan, memperbanyak ketaatan dan zikir, serta menjauhi perkara yang menyebabkan malaikat menjauh.

Hubungan Manusia dengan Malaikat

Hubungan antara malaikat dan manusia memiliki pengaruh terhadap amal perbuatan dan kehendak manusia.

Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan bahwa malaikat yang ditugaskan kepada manusia menyertainya dalam berbagai fase kehidupannya, sejak penciptaannya hingga ajalnya.

Malaikat memiliki tugas yang berkaitan dengan manusia, seperti pencatatan amal, penjagaan, pemberian pertolongan kepada orang beriman dengan izin Allah, mendoakan orang-orang beriman, menyeru kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan.

Para malaikat mencintai orang-orang yang taat kepada Allah, memohonkan ampun bagi orang-orang beriman dan menyampaikan kabar gembira kepada mereka.

Evaluasi Diri: Iman kepada Malaikat

Keterangan penilaian:

  • 4 = Selalu
  • 3 = Sering
  • 2 = Kadang-kadang
  • 1 = Jarang
  1. Saya merasakan ruh saya menjadi lebih tinggi karena berhubungan dengan alam yang lebih tinggi.
  2. Saya merasa tenang karena malaikat-malaikat Allah menyertai saya dalam seluruh keadaan saya.
  3. Saya terdorong untuk menjauhi khurafat dan prasangka yang tidak benar.
  4. Saya merasa senang dengan malaikat Allah melalui amal saleh.
  5. Saya berusaha menaati perintah dan menjauhi larangan Allah.
  6. Saya merasa malu kepada malaikat Allah jika melakukan kemaksiatan.
  7. Saya meminta pertolongan Allah untuk mengusir gangguan setan dari hati saya dengan ketaatan kepada Allah.
  8. Saya menghindari masuk ke rumah yang terdapat patung agar malaikat tidak masuk ke dalamnya.
  9. Saya menghindari memelihara anjing kecuali untuk keperluan yang dibenarkan.
  10. Saya mengucapkan salam ketika memasuki rumah.

Pertanyaan Evaluasi

  1. Apa saja pengaruh iman kepada malaikat?
  2. Bagaimana seorang mukmin memuliakan malaikat?
  3. Bagaimana seorang mukmin merealisasikan iman kepada malaikat?

Konsekuensi Iman kepada Kitab-Kitab Samawi

Orang yang menginginkan kebenaran dan ingin sampai kepada ajaran Ilahi yang benar hendaknya berpegang kepada wahyu Allah. Di antara kitab yang paling sempurna dan menjadi petunjuk bagi manusia adalah Al-Qur'an Al-Karim.

Al-Qur'an merupakan kitab Allah yang memiliki ajaran sempurna dan mencakup berbagai kebutuhan manusia dalam kehidupan, seperti akidah, ibadah, adab, muamalah dan berbagai aturan kehidupan.

Al-Qur'an membimbing manusia menuju pembentukan individu yang saleh, keluarga yang baik, masyarakat yang utama dan kehidupan yang dilandasi keadilan.

﴿قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ ۝ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ﴾
“Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itu Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itu Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan izin-Nya, serta menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.”
(QS. Al-Ma'idah: 15–16)

Kewajiban terhadap Al-Qur'an

Iman kepada kitab Allah bukan sekadar meyakini bahwa kitab tersebut berasal dari Allah. Keimanan tersebut memiliki konsekuensi berupa kewajiban untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an secara benar.

1. Membaca Al-Qur'an

Perintah membaca Al-Qur'an telah disebutkan sejak ayat pertama yang turun kepada Rasulullah ﷺ.

﴿اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ﴾
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-'Alaq: 1)

Allah Ta'ala juga berfirman:

﴿فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ﴾
“Maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an.”
(QS. Al-Muzzammil: 20)

Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memperhatikan adab membaca Al-Qur'an serta membacanya dengan tenang dan penuh penghayatan.

“Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar engkau membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya secara bertahap.”
(QS. Al-Isra: 106)

Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umatnya untuk membaca Al-Qur'an.

“Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada para pembacanya.”
(HR. Muslim)

2. Mentadabburi Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an hendaknya disertai tadabbur, yaitu memperhatikan, memahami dan merenungkan makna ayat serta mengambil pelajaran darinya.

“Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.”
(QS. Shad: 29)
“Maka tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci?”
(QS. Muhammad: 24)

Buah dari tilawah yang disertai tadabbur adalah bertambahnya iman dan keyakinan.

“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka.”
(QS. Al-Anfal: 2)

Rasulullah ﷺ juga mendorong umat Islam untuk mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

3. Mengamalkan Al-Qur'an

Mengamalkan Al-Qur'an berarti menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan. Seorang Muslim berusaha menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, berpegang kepada adabnya dan menjadikan petunjuknya sebagai pedoman dalam berbagai urusan.

“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah.”
(QS. Al-Ma'idah: 49)

Kehidupan Rasulullah ﷺ merupakan contoh nyata dalam mengamalkan Al-Qur'an. Ketika Aisyah رضي الله عنها ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, beliau menjawab:

“Akhlak beliau adalah Al-Qur'an.”

Karena itu, membaca Al-Qur'an harus disertai dengan usaha memahami dan mengamalkan kandungannya.

4. Mengetahui Kedudukan dan Keagungan Al-Qur'an

Seorang Muslim wajib mengetahui kedudukan Al-Qur'an dan menyadari keagungannya. Al-Qur'an bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi merupakan wahyu Allah yang menjadi petunjuk bagi manusia.

Al-Qur'an mengandung berbagai makna, pelajaran, petunjuk dan arahan yang membawa manusia kepada jalan yang benar.

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”
(QS. Al-Furqan: 1)
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab dan Dia tidak menjadikannya bengkok.”
(QS. Al-Kahfi: 1)

5. Menegakkan Agama Allah dan Berhukum dengan Syariat-Nya

Hidup bersama Al-Qur'an tidak hanya berarti membaca dan mempelajari ilmu-ilmunya. Hidup bersama Al-Qur'an juga berarti menjadikannya pedoman dalam kehidupan, baik dalam keadaan, aktivitas maupun berbagai urusan manusia.

Seorang Muslim hendaknya berusaha menerapkan petunjuk Al-Qur'an dan berhukum dengan hukum Allah.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu.”
(QS. An-Nisa: 105)

Seorang mukmin yang benar menerima hukum Allah dengan penuh keyakinan. Ia tunduk kepada apa yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan serta menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS. An-Nisa: 65)

Evaluasi Diri: Interaksi dengan Al-Qur'an

Keterangan penilaian:

  • 4 = Selalu
  • 3 = Sering
  • 2 = Kadang-kadang
  • 1 = Jarang
  1. Saya berusaha membaca Al-Qur'an setiap hari.
  2. Saya mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an dengan bacaan yang mendalam dan memperhatikan makna serta kandungannya.
  3. Saya menyediakan waktu yang sesuai untuk membaca wirid Al-Qur'an.
  4. Saya menyediakan tempat yang sesuai yang membantu saya melakukan tadabbur.
  5. Saya menjadikan hukum Al-Qur'an sebagai pedoman dalam setiap urusan.
  6. Saya merasakan nilai dan keagungan Al-Qur'an.
  7. Saya berusaha menerapkan syariat Allah melalui kerja bersama dan amal berjamaah.
  8. Saya berusaha menghafal bagian Al-Qur'an yang mudah bagi saya.
  9. Saya mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak saya dan mendorong mereka untuk mempelajarinya.
  10. Saya mempelajari hukum-hukum tajwid dan cara membaca Al-Qur'an dengan benar.
  11. Saya membaca kitab-kitab tafsir ketika menemukan ayat yang sulit saya pahami.
  12. Saya berusaha menguasai bahasa Arab fusha agar dapat membantu saya memahami makna-makna Al-Qur'an.

Kesimpulan

Iman kepada malaikat memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seorang Muslim. Keimanan ini menumbuhkan kesadaran akan pengawasan Allah, mendorong amal saleh, menjaga seseorang dari kemaksiatan, serta menumbuhkan kesabaran dan keteguhan dalam ketaatan.

Adapun iman kepada kitab Allah, khususnya Al-Qur'an, tidak cukup hanya dengan meyakini bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah. Keimanan tersebut harus diwujudkan dengan membaca Al-Qur'an, mentadabburi ayat-ayatnya, mempelajari dan mengajarkannya, mengamalkan petunjuknya, mengetahui kedudukan dan keagungannya, serta menjadikannya sebagai pedoman kehidupan.

Dengan demikian, iman yang benar akan memberikan pengaruh nyata terhadap akidah, ibadah, akhlak dan kehidupan seorang Muslim.

📌 Catatan GemaDakwah

Sumber: في نور الإسلام — محمود أبو رية
Jilid: الأول — Jilid Pertama

GemaDakwah
Menyebar Ilmu, Menebar Kebaikan

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama