Adab Jamaah Orang-Orang Beriman | Pelajaran dari QS. Al-Mujadilah Ayat 11–13



📚 Pelajaran Al-Qur'an   |   🌿 Gema Dakwah

Islam mengajarkan bahwa kehidupan seorang Muslim tidak hanya berkaitan dengan hubungan dirinya kepada Allah, tetapi juga dengan adab dalam berinteraksi bersama orang lain.

Salah satu bentuknya adalah adab ketika berada dalam majelis, menghormati orang lain, menaati aturan yang baik, menghormati Rasulullah , serta memuliakan ilmu dan orang-orang yang berilmu.

Materi الدرس الرابع: آداب الجماعة المؤمنة (Pelajaran Keempat: Adab Jamaah Orang-Orang Beriman) membahas sejumlah petunjuk penting berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Mujadilah ayat 11–13.

Ayat Al-Qur'an

QS. Al-Mujadilah Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا ۖ يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah. Niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

QS. Al-Mujadilah Ayat 12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَاجَيْتُمُ الرَّسُولَ فَقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَةً ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَأَطْهَرُ ۚ فَإِن لَّمْ تَجِدُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh sesuatu, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

QS. Al-Mujadilah Ayat 13

أَأَشْفَقْتُمْ أَن تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَاتٍ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَتَابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya:

“Apakah kamu takut akan memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Jika kamu tidak melakukannya dan Allah telah memberi tobat kepadamu, maka laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal petunjuk-petunjuk yang ditujukan kepada orang-orang beriman.
  2. Mengetahui hubungan antara ilmu dan iman.
  3. Mempelajari bagaimana beradab kepada Rasulullah ﷺ.
  4. Menjelaskan perintah-perintah yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut serta pengaruhnya terhadap jamaah orang-orang beriman.
  5. Menjelaskan pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut.
  6. Mampu menerapkan pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kosakata Penting

تَفَسَّحُوا — Tafassahū
Artinya memberikan kelapangan atau memberikan ruang kepada orang lain di tempat duduk atau majelis.

انشُزُوا — Unsuzū
Artinya bangkit atau berdirilah.

نَاجَيْتُمُ الرَّسُولَ — Nājaytumur-Rasūl
Artinya kalian melakukan pembicaraan khusus dengan Rasulullah ﷺ.

الشَّفَقَة — Asy-Syafaqah
Artinya rasa takut, khawatir, atau rasa belas kasih sesuai konteks.

Penjelasan Umum

Allah Ta'ala mengajarkan kepada orang-orang beriman sejumlah adab dalam kehidupan berjamaah.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.”

Ayat ini mengajarkan agar seseorang memberikan tempat dan kelapangan kepada orang lain ketika berada dalam suatu majelis.

Apabila seseorang datang ke sebuah majelis, hendaknya orang-orang yang telah lebih dahulu berada di sana memberikan ruang kepadanya agar ia dapat duduk.

Islam tidak mengajarkan sikap egois dalam majelis. Seorang Muslim hendaknya memperhatikan saudaranya dan memberikan kesempatan kepadanya untuk ikut duduk dan memperoleh manfaat dari majelis tersebut.

Kemudian Allah berfirman:

“Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah.”

Ayat ini menunjukkan pentingnya menaati aturan dan perintah yang baik dalam sebuah majelis.

Keutamaan Iman dan Ilmu

“Niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Ayat ini menunjukkan bahwa iman dan ilmu merupakan sebab seseorang mendapatkan kemuliaan.

Orang yang beriman tidak sama dengan orang yang tidak beriman. Demikian pula orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak berilmu.

Kemuliaan yang sebenarnya bukan hanya berdasarkan kedudukan, harta, atau tempat seseorang duduk dalam sebuah majelis. Kemuliaan di sisi Allah berkaitan dengan iman, ilmu, dan amal.

Ilmu bukan sekadar pengetahuan yang tersimpan dalam pikiran. Ilmu harus melahirkan amal dan ketaatan.

Iman + Ilmu + Amal + Akhlak

Keempatnya merupakan unsur penting dalam pembentukan seorang Muslim yang baik.

Adab Berhubungan dengan Rasulullah ﷺ

Pada ayat berikutnya Allah mengajarkan adab kepada kaum Muslimin ketika hendak berbicara secara khusus dengan Rasulullah ﷺ.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah sebelum pembicaraan itu.”

Perintah ini merupakan bagian dari pendidikan bagi kaum Muslimin agar mereka menghargai waktu Rasulullah ﷺ dan tidak menggunakan kesempatan tersebut untuk kepentingan pribadi secara berlebihan.

Perintah sedekah sebelum melakukan pembicaraan khusus juga mengandung hikmah pendidikan. Dengan adanya ketentuan tersebut, orang-orang akan mempertimbangkan apakah pembicaraan yang ingin mereka sampaikan benar-benar penting atau tidak.

Keringanan dari Allah

Ketika ketentuan tersebut terasa berat bagi kaum Muslimin, Allah memberikan keringanan.

“Maka laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Dari ayat ini kita mendapatkan pelajaran bahwa seorang Muslim harus memperhatikan kewajiban-kewajiban utama: salat, zakat, ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ.

Upaya Pendidikan

1. Memberikan ruang kepada orang lain

Seorang Muslim tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri ketika berada di majelis.

2. Menaati aturan

Kehidupan berjamaah membutuhkan keteraturan. Karena itu, perintah yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat harus ditaati.

3. Menghormati ilmu

Allah memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang yang beriman dan berilmu.

4. Menghormati orang yang berilmu

Orang yang memiliki ilmu agama harus dihormati karena ilmu yang dimilikinya.

5. Menghormati Rasulullah ﷺ

Seorang Muslim harus memahami kedudukan Rasulullah ﷺ dan menjaga adab ketika berhubungan dengan beliau.

6. Mendahulukan kepentingan jamaah

Kepentingan pribadi tidak boleh menyebabkan seseorang mengganggu atau merugikan jamaah.

Pelajaran yang Dapat Diambil

  1. Kita wajib mempelajari adab-adab majelis dan menghadiri majelis ilmu.
  2. Kita wajib menaati pemimpin dalam perkara yang benar dan tidak bertentangan dengan syariat.
  3. Kita harus memiliki adab yang baik kepada Nabi Muhammad ﷺ serta menghormati beliau.
  4. Menuntut ilmu harus disertai dengan adab yang baik.
  5. Ilmu harus diamalkan, bukan hanya dipelajari.
  6. Kemuliaan manusia di sisi Allah tidak ditentukan oleh harta dan kedudukan duniawi.
  7. Iman dan ilmu merupakan sebab diangkatnya derajat seseorang.
  8. Seorang Muslim harus menghormati orang lain dalam majelis.
  9. Kehidupan berjamaah membutuhkan ketaatan, kedisiplinan, dan saling menghormati.
  10. Allah mengetahui seluruh amal manusia dan akan memberikan balasan atasnya.

Evaluasi

1. Apa arti تَفَسَّحُوا dan انشُزُوا?

تَفَسَّحُوا berarti memberikan kelapangan atau memberikan ruang.

انشُزُوا berarti berdirilah atau bangkitlah.

2. Sebutkan sarana yang membantu dalam melaksanakan suatu kewajiban!

  • Memahami perintah dengan baik.
  • Memiliki kemauan untuk menaati.
  • Melaksanakan perintah dengan sungguh-sungguh.
  • Membiasakan diri disiplin dan bertanggung jawab.
  • Meminta pertolongan kepada Allah.

3. Kemuliaan di sisi Allah adalah dengan ilmu dan iman, bukan karena lebih dahulu mendapatkan tempat di bagian depan majelis. Jelaskan!

Kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh tempat duduk, harta, kedudukan, atau status sosial. Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan memiliki ilmu.

4. Ketaatan kepada pemimpin hanya dalam rangka ketaatan kepada Allah. Jelaskan!

Seorang Muslim wajib menaati pemimpin dalam perkara yang benar dan sesuai dengan syariat. Ketaatan kepada manusia tidak boleh menyebabkan seseorang melakukan kemaksiatan kepada Allah.

Kesimpulan

Pelajaran keempat tentang آداب الجماعة المؤمنة (Adab Jamaah Orang-Orang Beriman) memberikan pedoman penting bagi kehidupan seorang Muslim.

Di antara adab yang diajarkan adalah memberikan kelapangan kepada orang lain dalam majelis, menaati aturan yang baik, menghormati pemimpin, menghormati Rasulullah ﷺ, serta memuliakan ilmu dan orang-orang yang berilmu.

Allah menjanjikan pengangkatan derajat bagi orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu. Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak hanya mengejar pengetahuan, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan.

Kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan ditentukan oleh kekayaan, kedudukan, atau tempat duduknya, tetapi oleh iman, ilmu, amal, dan ketakwaannya.

والله أعلم بالصواب

Semoga materi ini bermanfaat dan menjadi motivasi untuk memperbaiki adab dalam majelis, meningkatkan semangat menuntut ilmu, serta membangun kehidupan berjamaah yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah.

GEMA DAKWAH
Menebarkan Ilmu • Menguatkan Iman

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama