Kajian saya untuk 3 bulan terakhir ini bersama Ustadz Mudrika Ilyas, Lc adalah membahas tentang dosa-dosa besar, seperti yang terdapat dalam kitab Al
Kabair karya dari Imam Syamsuddin Adz-Dzahabi yang memuat
perkara-perkara yang tergolong dosa besar.
Kita sebagai makhluk Alloh yang dibekali dengan akal dan syahwat, pasti
akan melakukan kesalahan-kesalahan, baik itu kepada sesama manusia
maupun kepada Alloh subhanahu wata’ala. mungkin dengan tidak sadar kita
telah melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang dibenci oleh Alloh.
Pada dasarnya, dosa itu bertingkat-tingkat, ada yang besar dan ada yang
kecil. Diantara kedua jenis dosa tersebut, tentunya dosa besar adalah
jenis dosa yang harus paling kita waspadai. Jangan sampai kita terjatuh
dan terjerumus kedalamnya. Karena dosa besar inilah yang sangat dibenci
oleh Alloh dan bahkan ada dosa besar yang tidak dapat diampuni oleh
Alloh jika pelakunya tidak bertobat, dengan tobat yang sesungguhnya.
Namun ini tidak berarti bahwa kita boleh meremehkan dosa-dosa kecil.
Sama sekali tidak! Besar ataupun kecil, kalau namanya dosa mesti kita jauhi.
Dosa besar adalah segala perbuatan yang pelakunya diancam dengan api
neraka, laknat atau murka Allah di akherat atau mendapatkan hukuman had
di dunia. Sebagian ulama menambahkan yang tergolong sebagai dosa besar
adalah suatu perbuatan yang pelakunya dikatakan nabi sebagai orang yang
tidak beriman atau nabi mengataan bukan golongan kami atau nabi berlepas
diri dari pelakunya.
Allah Subanahu wata’ala berfirman:
/“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang
kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu
(dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia
(surga)”.(QS: An Nisaa: 31)/
Dalam ayat tersebut Alloh subhanu wata’ala menyebutkan bahwa barang
siapa yang menjauhi dosa-dosa besar maka Alloh akan mengampuni dosa-dosa
kita yang kecil. Maka dari itu setelah kita mengetahui perkara apa saja
yang termasuk dosa-dosa besar maka kita dapat menjauhinya, dengan
demikian semoga Alloh ta’ala memberikan ampunan kepada kita semua.
Imam Adz-Dzahabi menyebutkan 76 jenis dosa-dosa besar dalam kitab beliau
yang berjudul /Al-Kabaa-ir/ /wa Tabyiin al-Mahaarim/. Ketujuh puluh enam
dosa-dosa besar itu adalah sebagai berikut:
1. Menyekutukan Allah (syirik)
2. Membunuh orang lain
3. Sihir
4. Meninggalkan sholat
5. Menolak membayar zakat
6. Durhaka kepada kedua orang tua
7. Memakan riba
8. Memakan harta anak yatim
9. Berdusta atas nama Nabi /shallallahu ’alaihi wasallam/
10. Berbuka pada siang hari bulan Ramadhan tanpa /udzur/ ataupun /rukhshah/
11. Melarikan diri dari medan jihad
12. Melakukan zina, dan ia sendiri bertingkat-tingkat dosanya
13. Penguasa yang berkhianat terhadap rakyatnya
14. Meminum khamr meskipun tidak sampai mabuk
15. Sombong, membanggakan diri, dan mengagumi diri-sendiri
16. Melakukan kesaksian palsu
17. Homoseks (/liwath/)
18. Menuduh wanita mukminah yang baik-baik dengan tuduhan zina
19. Menyembunyikan (mencuri) harta rampasan perang
20. Mengambil harta orang lain secara bathil
21. Mencuri
22. Mem-/begal/ dan merampok
23. Bersumpah palsu
24. Terbiasa berdusta
25. Bunuh diri, dan ini termasuk dosa besar yang paling besar
26. Hakim yang curang
27. Laki-laki yang mendiamkan isteri atau keluarganya berlaku serong
28. Wanita yang tampil menyerupai laki-laki atau laki-laki yang tampil
menyerupai wanita
29. Laki-laki yang menikahi wanita yang telah ditalak tiga lalu
menceraikannya kembali karena suruhan dengan maksud agar bisa
dinikahi kembali oleh suaminya yang lama, demikian pula sang suami
lama yang menyuruh
30. Memakan bangkai, darah, dan daging babi
31. Tidak bersuci setelah buang air kecil
32. Mengambil upeti dari para pedagang dan semacamnya, termasuk
didalamnya pungutan-pungutan liar.
33. Riya’
34. Berkhianat
35. Menuntut ilmu karena mengejar dunia dan menyembunyikan ilmu
36. Suka mengungkit-ungkit pemberian
37. Mengingkari takdir
38. Mencuri dengar rahasia orang lain
39. Suka melaknat dan mencaci
40. Mengkhianati pemimpinnya
41. Membenarkan dukun dan ahli nujum
42. Wanita yang durhaka kepada suaminya
43. Memutuskan silaturahim
44. Pembuat patung dan gambar makhluk bernyawa
45. Suka menyebarkan fitnah (/namimah/)
46. Meratapi mayit
47. Mencela nasab (keturunan)
48. Berbuat zhalim kepada sesama makhluk Allah
49. Memberontak terhadap imam dengan mengangkat senjata, dan
mengkafirkan sesama muslim yang melakukan dosa besar
50. Menyakiti dan menghina sesama muslim
51. Menyakiti dan memusuhi para wali Allah
52. Laki-laki yang memanjangkan pakaian bawahnya sampai dibawah mata
kaki karena sombong
53. Laki-laki yang mengenakan sutera dan emas
54. Budak yang melarikan diri
55. Menyembelih binatang sembelihan untuk dipersembahkan kepada selain Allah
56. Mengubah batas tanah
57. Mencela sahabat-sahabat besar Rasulullah /shallallahu ’alaihi wasallam/
58. Mencela kaum Anshar
59. Menyeru kepada kesesatan atau memelopori perbuatan yang buruk
(membuat ”sunnah” yang buruk)
60. Wanita yang menyambung rambutnya, membuat tato di badannya, dan
melakukan perubahan pada bagian-bagian tubuhnya dengan tujuan agar
lebih indah dan semacamnya
61. Mengancam saudaranya (sesama muslim) dengan senjata
62. Menisbatkan diri kepada selain ayah kandungnya
63. /Thiyarah/ (meyakini kesialan karena hal-hal tertentu secara tidak
logis)
64. Makan dan minum dari piring dan gelas yang terbuat dari emas atau perak
65. Debat kusir (berdebat untuk /menang-menangan/)
66. Mengebiri, menyiksa, dan membuat cacat budaknya
67. Curang dalam timbangan dan takaran
68. Merasa aman dari hukuman dan siksa Allah
69. Berputus asa dari rahmat Allah
70. Mengingkari kebaikan orang yang telah berbuat baik kepadanya
71. Menolak memberikan kelebihan air
72. Membuat cap dan memukul pada muka binatang
73. Berjudi
74. Melakukan kejahatan (membunuh dan semacamnya) di Tanah Suci
75. Meninggalkan sholat Jum’at
76. Memata-matai sesama muslim dan membuka kelemahannya kepada musuh
Demikian ketujuh puluh enam perkara dosa besar yang harus kita jauhi,
semoga kita semua mendapat ampunan dari Alloh ta’ala dan di berikan
jalan yang lurus. Amin.
====================
Dosa-Dosa Besar
Dosa, baik besar maupun kecil, sebisa mungkin manusia menghindarinya.
Umat Islam yang bertakwa sejatinya adalah umat yang selalu mengerjakan
perintah Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya. Larangan-larangan
itulah yang akan menimbulkan dosa bila kita melakukannya.
Diantara larangan-larangan itu merupakan jenis-jenis dosa besar, yaitu:
* Syirik
Syirik merupakan dosa terbesar karena telah meyekutukan Allah swt. orang
yang syirik tidak akan diampuni Allah swt kecuali ia bertobat sebelum
meninggal. Contoh syirik yaitu menyembah Tuhan selain Allah swt,
mempercayai ramalan, menggunakan jimat, dan berdoa di kuburan untuk
memohon sesuatu. Hal tersebut merupakan kesesatan yang menimbulkan dosa
besar.
Allah swt berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang
selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah
tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa’ :116)
Selain itu, dalil-dalil berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw sebagai
berikut:
“Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang
sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam
tidak akan diterima.” (HR. Muslim)
“Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka
dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad Saw.”
(Abu Dawud)
“Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra, kalung-gelang penangkal
sihir dan guna-guna adalah syirik.” (HR. Ibnu Majah)
“Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial
maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, “Apakah
penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah,
tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang
Engkau timpakan dan tidak ada ilah (tuhan / yang disembah) kecuali
Engkau.” (HR. Ahmad)
* Durhaka kepada Ibu dan Bapak (orang tua)
Ibu dan bapak adalah kedua orangtua kita yang harus selalu kita hormati.
Oleh karena itu, termasuk dosa besar bila seseorang mencaci maki ayah
dan ibunya.
“Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar. (Rasulullah Saw
mengulangnya hingga tiga kali). Pertama, mempersekutukan Allah. Kedua,
durhaka terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau berucap
palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring kemudian duduk dan mengulangi
ucapannya tiga kali, sedang kami mengharap beliau berhenti
mengucapkannya).” (Mutafaq’alaih)
* Meninggalkan sholat
Sholat merupakan rukun islam yang kedua, di mana sholat adalah kewajiban
setiap muslim. Bila tidak mengerjakan sholat, sudah tentu akan dosa
besar. Sama juga dengan apabila menginggalkan kewajiban lainnya dalam
rukun islam seperti puasa, zakat, dan haji (bagi yang mampu).
Dalil tentang tidak mengerjakan sholat termasuk ke dalam dosa besar
yaitu terdapat dalam QS. Al-Muddatstsir ayat 42-42, yang artinya:
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab:”
Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.”
* Membunuh manusia yang tidak berdosa
Membunuh adalah menghilangkan nyawa manusia, sedangkan yang berhak atas
nyawa manusia hanyalah Allah swt. Allah swt berfirman: ”Dan barangsiapa
yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah
Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan
mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisaa:93)
* Bunuh diri
Sama seperti membunuh manusia yang tidak berdosa, bunuh diri juga
merupakan usaha untuk menghilangkan nyawa manusia sebagai ciptaan Allah
swt. Allah swt berfirman: ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan
jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan
janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang
kepadamu.” (An Nisaa:29)
* Berzina
Berzina merupakan dosa besar yang sangat berat hukumannya di akhirat
nanti. Oleh karena itu, setiap manusia hendaknya menjauhi diri dari
zina. Firman Allah swt:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ :32)
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah
tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas
kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah,
jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah
(pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang
yang beriman.” (QS. An-Nur:2)
* Murtad
Murtad adalah keluar dari agama Islam dan berpindah kepada agama lain.
Orang yang murtad akan mendapatkan murka Allah. Seseorang menjadi murtad
disebabkan karena tidak lagi percaya dan mengakui Allah swt, baik
melalui perbuatan maupun perkataan.
Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tidak halal membunuh
seorang muslim kecuali salah satu dari tiga hal: Orang yang telah kawin
yang berzina, ia dirajam; orang yang membunuh orang Islam dengan
sengaja, ia dibunuh; dan orang yang keluar dari agama Islam lalu
memerangi Allah dan Rasul-Nya, ia dibunuh atau disalib atau dibuang jauh
dari negerinya.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)
* Riba
Seseorang yang melakukan praktek riba akan masuk ke dalam golongan orang
yang berdosa besar. Yang termasuk dalam praktek riba antara lain
meminjamkan uang dengan bunga sehingga bayarannya berlipat, serta
menjual barang kredit dengan bunga atau persentase tertentu. Sama dengan
jenis dosa besar yang lain, orang yang melakukan praktek riba dan tidak
bertobat neraka jaminannya. Naudzubillahiminzalik.
Allah swt berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak
dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaithan
lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu,
adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli
itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan
mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari
Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa
yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya
(terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang
itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al
Baqarah:275)
* Menyerupai lawan jenis, homoseks, berzina dengan hewan
Hal ini sesuai dengan hadits berikut:
Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah.
Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau
lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang
menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang
homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
* Mengurangi takaran atau timbangan ketika berdagang
Hal ini tentu saja sangat merugikan para pembeli. Pedagang yang
mengurangi takaran atau timbangan hanya memikirkan dirinya sendiri serta
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Padahal hal
tersebut merupakan bentuk kecurangan yang dibenci Allah swt. “Kecelakaan
besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila
menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila
mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS.
Al Muthaffifin:1-3)
* Minum Khamar/minuman keras dan berjudi
Khmar atau minuman keras seperti bir dan minuman berakohol lainnya haram
bagi umat Islam, sehingga termasuk ke dalam dosa besar. Firman Allah
swt: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar,
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah
perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS.
Al-Mai’dah:90)
“Tiap minuman yang memabukkan adalah haram (baik sedikit maupun
banyak).” (HR. Ahmad)
* Mencuri
Mencuri adalah perbuatan tercela yang tentu saja haram hukumnya.
Mencuri, merampok, dan mencopet sama saja mengambil hak orang lain.
Termasuk pula korupsi. Hal tersebut adalah dosa besar yang akan bila
dilakukan tentu saja akan mendapatkan siksaan dari Allah swt,
sebagaimana dalam firman-Nya: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang
mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang
mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Mai’dah:38)
* Tidak Mau Menjalankan hukum Allah swt
Hal ini sebagaimana dalam firman Allah swt: “Dan hendaklah orang-orang
pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di
dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS.
Al-Mai’dah:47).
Sungguh ironis bila umat Islam berpaling dari hukum Allah swt dan lebih
memilih untuk menggunakan hukum yang dibuat oleh manusia.
* Berdusta
Berdusta atau berbohong merupakan salah satu tanda orang yang munafik.
Perbuatan tercela ini haram hukumnya dan wajib dijauhi. Segala sesuatu
yang diucapkan seseorang itu akan dimintakan pertanggungjawabannya di
hari akhir nanti.
Firman Allah swt:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS. Al Isra’:36)
“Wahai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman
untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan
sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak
akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka
ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu
dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan
mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Mumtahanah:12)
* Meniru orang kafir
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa menyerupai
(meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka.”
(HR. Abu Dawud)
Umat islam saat ini, khususnya para remaja gemar sekali meniru orang
kafir yang dilihatnya dari film ataupun sinetron. Kerap kita lihat
pemuda dan pemudi islam terjebak dalam arus gaya hidup seperti kaum
kafir seperti berpacaran, mengumbar aurat, hingga pergaulan bebas
ataupun berzina.
* Merendahkan dan menghina sesama muslim
Hal ini sesuai dengan firman Allah swt: “Hai orang-orang yang beriman,
janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain,
boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula
sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang
direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri
dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan
barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang
zalim.” (QS. Al Hujuraat:11)
* Buruk sangka dan bergunjing
Firman Allah swt: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan
satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat
lagi Maha Penyayang.” QS. Al Hujuraat:12)
* Bermegah-megahan dan menghambur-hamburkan uang
Bermegah-megahan dan menghambur-hamburkan uang dapat membuat orang yang
melakukannya lupa kepada Allah swt. Allah swt tidak menyukai hal
tersebut. Lebih baik untuk hidup sederhana dan tidak boros, apalagi bila
sebagian harta yang kita punya disedehkan kepada orang yang membutuhkannya.
Oleh karena itu, Allah swt melarang umat Islam untuk hidup boros,
menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat, serta hidup
bermegah-megahan. Firman Allah swt:
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada
orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya
pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan dan syaithan itu
adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Israa’:26-27)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk dalam kubur.
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)”
(QS. At-Takatsur:1-3)
* Memutus silaturahmi
Memutus silaturahmi keluarga merupakan hal yang dibenci Allah swt.
Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus
hubungan kekerabatan (ar-rahim). (HR al-Bukhari dan Muslim).
Hendaknya kita selalu saling menyayangi dan menghindari permusuhan, baik
dalam keluarga maupun terhadap sesama muslim. Allah swt juga telah
memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik kepada kerabat atau
keluarga. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan
sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa,
karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat
dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri,” (QS. An-Nisa:36)
* Tidak beristinja sehabis buang air kecil
Air seni manusia merupakan najis yang harus dibersihkan sehabis membuang
air kecil. Bila tidak dibersihkan atau dibasuh dengan air, maka haram
hukumnya dan akan mendapatkan siksaan di kubur.
Ibnu Abbas berkata, “Nabi Muhammad saw melewati salah satu dinding dari
dinding-dinding Madinah atau Mekah, lalu beliau mendengar dua orang
manusia yang sedang disiksa dalam kuburnya. Nabi Muhammad saw lalu
bersabda,’ Sesungguhnya, mereka benar-benar sedang disiksa dan keduanya
tidak disiksa karena dosa besar.’ Beliau kemudian bersabda, ‘Yang
seorang tidak bersuci dalam kencing dan yang lain berjalan ke sana ke
mari dengan menebar fitnah (mengadu domba / memprovokasi).’ Beliau
kemudian meminta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah
menjadi dua, dan beliau letakkan pada masing-masing kuburan itu satu
belahan. Lalu dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, mengapakah engkau berbuat
ini?’ Beliau bersabda, ‘Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua
belah pelepah itu belum kering.’” (HR Bukhari)
Dalam hadits di atas, berdosa pula bagi orang yang suka mengadu domba
dan memfitnah.
* Memiliki penyakit hati
Penyakit hati yang dimaksud adalah sombong, riya, kikir, dengki, dan
lain sebagainya. Firman Allah swt:
(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka
Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk
tempat bagi orang-orang yang sombong.” (QS. Al-Mu’min:76)
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari
kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia
serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi
apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Anfaal:47)
Demikianlah macam-macam dosa besar yang diharamkan bagi umat Islam.
Semoga kita senantiasa memohon ampunan kepada Allah swt atas dosa-dosa
yang telah kita lakukan. Insya Allah, Allah swt akan mengampuni
dosa-dosa orang yang bertaubat kepada-Nya. “Dan minta ampunlah kamu
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah:199).
إرسال تعليق
Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com