728x90 AdSpace

[URL=http://www.4shared.com/document/zgFNm5ZSce/___-__.html]هل ترانا نلتقي - رامي محمد.swf[/URL]
Latest News
Tuesday, 18 November 2014

Politik Dua Muka PDIP di Kenaikan BBM

Tarqiyah : Jakarta - PDI Perjuangan dalam satu hari terakhir menjadi bulan-bulanan publik. Pemicunya soal sikap politiknya yang berubah terkait kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kini, partai wong cilik ini mendukung kenaikan harga BBM. Meski suaranya tak bulat.
PDI Perjuangan kini menanggung beban politik yang tidak ringan. Sepuluh tahun bersikap berbeda dengan pemerintahan SBY, khususnya terkait kebijakan kenaikan harga BBM, kini partai berlambang banteng justru mendukung kebijakan yang ditentang selama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat.
Politikus PDI Perjuangan Aria Bima mengatakan fraksinya mendukung penuh kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. "Harus dilihat penolakan kenaikan harga BBM selama 10 tahun terakhir ini akibat kenaikan BBM sampai sekarang tidak ada kejelasan bahwa subsidi BBM untuk kesejahteraan rakyat," kata Aria di sela-sela sidang paripurna DPR, di Gedung DPR, Komoleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Dia menegaskan, Fraksi PDI Perjuangan mendukung penuh kebijakan Jokowi dalam menaikkan harga BBM. Sikap anggota Fraksi PDI Perjuangan yang sebelum keputusan kenaikan harga BBM bersikap keras diharapkan mendukung kebijakan Jokpwi. "Ada kader yang kemarin yang setuju dan tidak setuju, setelah keputusan ini ya harus mendukung," kata Aria saat ditanya apakah ada sanksi bagi anggota fraksi PDI Perjuangan yang menolak kenaikan harga BBM.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan yang sejak awal menolak rencana kenaikan harga BBM Effendi Simbolon menegaskan dirinya tetap menolak kenaikan harga BBM oleh pemerintahan Jokowi. "Saya menyesalkan sikap partai saya, seharusnya dengan cara lain, lakukankan dengan langkah-langkah konkret," kata Effendi.
Menurut dia, realokasi subsidi BBM ke sektor infrastruktur dan kompensasi pada masyarakat miskin cukup baik. Namun Effendi mengingatkan tidak ada korelasi antara kebijakan kenaikan harga BBM dengan realokasi subsidi. "Jadi itu tidak ada hubungannya. Masak rakyat suruh konsumsi harga besar? Subsidi itu wajib sepanjang dua hal yakni komoditi strategis dan daya beli," kata Effendi.
Dalam kesempatan tersebut Effendi secara lugas menyindir Jokowi. Menurut dia, seharusnya usai mengumumkan kenaikan harga BBM, Jokowi menyampaikan salam dua ribu kepada masyarakat Indonesia. "Kemarin dia lupa bilang salam dua ribu," seloroh Effendi.
Saat ditanya apakah dirinya tidak takut diberi sanksi oleh partainya atas sikapnya menolak kenaikan harga BBM, Effendi secara lugas mengatakan "Saya hanya outsourcing, tidak apa-apa kok. Kita bukan owner," cetus Effendi.
Secara diplomatis ia tidak menjawab saat ditanya apakah dirinya akan meneken pengusulan hak interpelasi atas kebijakan Jokowi menaikkan harga BBM. Effendi mengatakan "Saya lebih dari interpelasi, saya berdoa mohon ampuni dia saja. Semua ada akhirnya, ga ada pesta yang berakhir. Jangan sok berkuasa," ingat Effendi.
Sementara anggota Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka yang selama ini juga getol menolak kenaikan harga BBM di era Presiden SBY mengatakan secara pribadi dirinya menolak kenaikan harga BBM oleh Presiden Jokowi.
"Secara pribadi saya tidak mendukung. Tetapi tidak boleh bergulat dengan hal ini. Kita sekarang move on, ini pil pahit yang kita terima," kata Rieke.
Menurut Rieke, kebijakan pemerintah memberi bantuan sebesar Rp200 ribu kepada 15,5 juta masyarakat miskin belum lengkap. Menurut dia, kenaikan harga BBM memberi efek domino ke kelompok lainnya. Ia menyebut pekerja formal yang jumlahnya sekitar 45 juta orang serta pekerja informal sebesar 70 juta orang belum tertangani dengan program bantuan kompensasi kenaikan harga BBM. "Oleh karena itu saya usulkan, ada intervensi harga kebijakan untuk menurunkan harga kebutuhan pokok," cetus Rieke.
Terpisah politisi PPP Ahmad Yani mempertanyakan sikap politisi PDI Perjuangan yang saat ini mendukung kebijakan kenaikan harga BBM. Menurut dia, sikap penolakan kenaikan harga BBM selama pemerintahan SBY terbukti hanya untuk pencitraan saja. "Buku putih yang diagung-agungkan kader PDIP tidak digunakan," kritik mantan anggota Komisi III DPR RI ini. [mdr]
sumber : inilah

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kontak Gema Dakwah : admin@gemadakwa.com

Item Reviewed: Politik Dua Muka PDIP di Kenaikan BBM Rating: 5 Reviewed By: Tarqiyah Online