728x90 AdSpace

[URL=http://www.4shared.com/document/zgFNm5ZSce/___-__.html]هل ترانا نلتقي - رامي محمد.swf[/URL]
Latest News
Tuesday, 18 November 2014

Ahok Ancam Supir Angkot, Ini Curahan Hati Warga Terminal

Tarqiyah : KURANG dari 24 jam setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi, para supir angkot berencana akan melakukan aksi mogok nasional.
Mendengar itu, Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok geram dan mengancam balik pihak Organda. Tak tanggung-tanggung Ahok bahkan siap ‘makan’ bisnis angkutan.
“Kalau kamu masih ngotot menolak, kita akan ‘makan’ usaha lo. Supir-supir Anda akan kita ambil. Siapa yang nggak mau kerjasama dengan DKI, tukang parkir saja sampai dapat 3 kali UMP,” lanjutnya.
Saya sebagai warga Jakarta hanya bisa terenyuh melihat sikap pemimpin seperti ini. Setelah mendapatkan banyak kritik, saya pikir Ahok sudah berubah. Ternyata gaya-gaya memimpin dengan sikap membenci masih saja dilakoni Ahok.
Saya adalah warga Jakarta yang tinggal di dekat terminal Kampung Rambutan. Saat kuliah, mobil dan bus umum inilah yang menjadi teman akrab saya sehari-hari. Dari situ saya mulai memahami, bagaimana sulitnya mereka mencari makan di Jakarta.
Mereka mengaku tidak mendapatkan banyak keuntungan dari menarik angkot. “Paling sehari cuma dapat Rp. 30.000, dek. Gak cukup buat makan, uangnya buat jajan anak sekolah,” katanya.
Penderitaan tidak berhenti di situ. Para supir ini harus menghadapi “tukang palak” di jalanan. Jika naik trayek Ciputat-Kampung Rambutan, maka kita akan mudah menemui deretan “tukang palak” ini di sudut jalan. Mereka pura-pura menjadi kernet, tapi ujung-ujungnya minta upeti. Padahal, supir sudah punya kernet sendiri.
“Itu palakan liar, mau gimana lagi. Kita gak bisa berbuat apa-apa,” kata supir bus.
Maka mendengar Ahok berencana “memakan” bisnis angkutan umum, hati saya miris. Sudah pemerintah  tidak banyak membantu, mereka masih harus dapat “hadiah” berupa ancaman.
Bagi saya, sikap Ahok itu bukanlah pendekatan seorang pemimpin. Leader itu mengayomi. Dia siap mendengar keluh kesah pelaku usaha kecil.
Sebelum mengancam, lebih baik Ahok bertanya kepada para supir angkot, “Apakah bapak sudah makan hari ini? “Apakah perut anak bapak sudah terisi semalam?” “Apakah istri bapak sehat?”
Bahasa-bahasa humanis yang memanusiakan itu lebih menyentuh masyarakat, daripada sekedar ancam, marah, maki dan lain-lain. Agar masyarakat kecil merasakan adanya pemimpin di Jakarta.
Kelak ketika mendengarkan jawaban mereka, Ahok akan berpikir ulang sebelum bicara. Betapa susahnya rakyat kecil di Jakarta. Betapa sulitnya rakyat kecil mencari makan. Seharusnya Ahok mengapresiasi mereka, walaupun hidup sulit mereka masih mencari makan dengan cara yang halal.
Saya kadang hanya bisa berbaik sangka. Wajar mungkin Ahok marah-marah. Dia tidak pernah merasakan hidup kelaparan di Jakarta. Dia hidup di komplek mewah, bukan tempat kumuh. Bagi Ahok, uang Rp. 2000 memang tidak berarti, tapi bagi para supir uang itu begitu bernilai.
Penolakan supir angkot terhadap kenaikan BBM tentu wajar. Mereka adalah para pekerja yang sehari-hari mengandalkan BBM. Mereka juga sudah merasakan pahit getirnya kenaikan BBM dari mulai Rp 2500 per liter, Rp. 4500, Rp 6500, dan kini Rp 8500. Aksi mogok massal ini tentu bukan sekali ini mereka lakukan.
Lebih baik Ahok ajak mereka musyawarah. Dengarkan keluh kesah mereka. Cari solusi yang bijak atas naiknya harga BBM. Semoga masalah ini bisa diselesaikan dengan baik.
Ahmad, Warga dekat Terminal Kampung Rambutan
Sumber : islampos

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kontak Gema Dakwah : admin@gemadakwa.com

Item Reviewed: Ahok Ancam Supir Angkot, Ini Curahan Hati Warga Terminal Rating: 5 Reviewed By: Tarqiyah Online