728x90 AdSpace

[URL=http://www.4shared.com/document/zgFNm5ZSce/___-__.html]هل ترانا نلتقي - رامي محمد.swf[/URL]
Latest News
Monday, 12 May 2014

Penerapan Syariat Islam di Brunei: Kecaman Mengalir, Sultan Brunei Tetap Teguh

Tarqiyah : Penerapan Syariat Islam di Brunei Darussalam yang mulai diberlakukan sejak 1 Mei 2014 terus menerus mendapat kecaman dari berbagai pihak. Kelompok pembela hak asasi, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch menilai hukum syariat sangat kejam. Mereka menyebut tindakan Brunei menerapkan syariat Islam ini sebagai suatu langkah mundur bagi hak asasi manusia.
Wakil Direktur Human Rights Watch Asia, Phil Roberts, bahkan menyebut perubahan hukum itu sebagai “Penyalahgunaan HAM, menjijikkan dan tidak bisa dibenarkan.”
Sebagai bentuk protes, sebuah kelompok dari AS, Feminist Majority Foundation, mengatakan telah menarik penghargaan tahunannya, Global Women’s Rights Awards, yang diketuai Jay Leno dan Mavis.
Kelompok selebritis pun turut mengecam, actor Inggris, Stephen Fry, menyerukan boikot atas jaringan hotel Dorchester Collection yang dimiliki Sultan Brunei. Hal ini diamini oleh rekan-rekannya, Richard Branson, Pembawa acara TV Sharon Osbourne, dan komedian Ellen DeGeneres.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyuarakan keprihatinan kepada Brunei atas pemberlakuan hukum syariah ini. Namun, Departemen Luar Negeri AS tidak mengikuti langkah memboikot jaringan hotel mewah yang memiliki kaitan dengan sultan.
“Duta besar telah menyampaikan keprihatinan kami secara pribadi kepada pemerintah Brunei,” ujar juru bicara Deplu AS Jen Psaki kepada wartawan. Namun AS mengatakan, pihaknya tidak ikut memboikot Dorchester Collection.
Ketidaksetujuan atas penerapan syariah Islam juga muncul dari tokoh Islam liberal Dr Ahmad Farouk Musa yang merupakan Direktur Islamic Renaissance Front, yang kepada
program
Asia Pasifik Radio Australia menyatakan bahwa undang-undang (syariah) baru itu bakal memangkas kebebasan dan hak-hak perempuan.Menanggapi berbagai kecaman tersebut, Sultan Brunei pun angkat bicara.
“Di negara anda, anda mengklaim menerapkan kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan sebagainya. Hal tersebut ada dalam konstitusi anda dan sistem politik anda, identitas nasional anda, hak anda dan cara hidup anda. Di negara kami, kami mempraktekkan budaya Melayu, Islam, Sistem Monarki, dan kita akan menerapkan hukum dan Syariah Islam. Islam adalah konstitusi kami, identitas nasional kami, hak kami, dan cara hidup kami,” tegas Sultan Hassanal Bolkiah pada Kamis (8/5) seperti dilansir My News Hub.
“Kita bisa menemukan lubang besar (kelemahan, -red.) pada hukum dan keadilan dan anda mungkin bisa menemukan hal tersebut ada pada diri kami, namun ini adalah negara kami. Seperti halnya anda yang mempraktekkan hak menjadi gay, mencaci maki agama dan sebagainya. Untuk negara dimana kami tinggal sekarang, kami mempraktekkan hak kami untuk menjadi Muslim sekarang dan selamanya. Ini adalah negara Islam yang mempraktekkan hukum Islam,” ujar Sultan.
“Mengapa anda harus mengkhawatirkan kami? Mengapa anda tidak mengkhawatirkan anak-anak anda yang ditembak mati di sekolah, atau penjara yang tak mampu lagi menampung banyaknya narapidana, atau tingginya tingkat kriminal, atau tingginya tingkat bunuh diri dan aborsi, dan segala hal yang harusnya anda khawatirkan di negara anda? Sebagian besar agama juga mengecam homoseksual, itu bukan hal yang baru. Anda menyalahkan dan memboikot Muslim saat anda mendengar Islam dan Muslim menyatakan kepercayaannya. Anda menyatakan bahwa itu keliru, itu bodoh, itu barbar,” kata Sultan.
“Sekali lagi, kembalilah pada hal-hal pada diri anda sendiri yang seharusnya anda khawatirkan! Khawatirkan kebijakan anda tentang legalisasi senjata api, aborsi, dan gaya hidup yang menyebabkan AIDS dan terputusnya generasi selanjutnya,” tambahnya.
“Mengapa anda sangat perhatian sekali terhadap apa yang terjadi di sini dalam negara Islam yang anda bahkan tidak membuka mata anda terhadap apa yang terjadi di Syria, Bosnia, Rohingya, Palestina, Mesir dan sebagainya? Ribuan orang terbunuh dan anda tidak perhatian sama sekali! Tidak ada satupun orang yang terbunuh disini dibawah hukum Islam ini. Bahkan saat ini anda membuat omong kosong besar tentang Syariah Islam di negara kami, padahal saat ini penduduk kami mau menerima pemberlakuan Syariah Islam itu dengan damai. Kalaupun adanya hukuman yang mungkin lebih kejam dari sistem Islam bukan berarti hal tersebut sangat mudah untuk dilakukan. Ada proses panjang sebelum eksekusi hukuman. Kami setuju saja dan kami senang dengan hal tersebut, namun, sekali lagi, mengapa anda perlu mengkhawatirkan kami? Khawatirkan diri anda sendiri,” pungkasnya.
Sumber: www.antiliberalnews.com, www.radioaustralia.net.au, www.klikpositif.com, www.bbc.co.uk, www.suara-islam.com.
Sumber Gambar: www.spike.com
 Wallahu A‘lam.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kontak Gema Dakwah : admin@gemadakwa.com

Item Reviewed: Penerapan Syariat Islam di Brunei: Kecaman Mengalir, Sultan Brunei Tetap Teguh Rating: 5 Reviewed By: Tarqiyah Online