728x90 AdSpace

[URL=http://www.4shared.com/document/zgFNm5ZSce/___-__.html]هل ترانا نلتقي - رامي محمد.swf[/URL]
Latest News
Tuesday, 4 March 2014

Palestina Baru di Pikiran Kerry

Tarqiyah : Dr. Abdus Sattar Qasim
Sejak tahun 1967, Amerika menggelar ribuan lawatan pemantauan dan perundingan di kawasan Timteng dan Negara-negara Islam untuk mencari solusi bagi masalah Palestina. Amerika tak pernah bosan. Lawatan itu terus berlanjut hingga kini.
Saat ini, muncul nama John Kerry, Menlu Amerika tanpak memiliki semangat tinggi dan ngotot memberikan solusi frame baru yang harus disepakati oleh Palestina dan 'Israel'.
Sampai saat ini, Kerry belum berhasil namun agaknya ia berusaha mengatasi berbagai tantangan dan penghalang dan membuka perluang kesepakatan baru mirip kesepakatan Oslo.
Biografi Amerika
Intervensi Amerika dalam masalah Palestina mulai pada akhir abad 19 ketika Dubes Amerika menekan Palestina agar memberikan ribuan acre lahan pertanian kepada Yahudi. Kemudian berlanjut hingga periode Harry Turman yang mendukung peran Inggris dalam yahudisasi Palestina dan dia berkeras memindahkan ratusan ribu yahudi di seluruh dunia ke Palestina.
Perancis mendukung 'Israel' setelah didirikan. Namun Amerika menggantikan posisinya setelah perang Juni 1967 dan memberikan segala jenis dukungan ekonomi, keamanan, militer, diplomasi, politik kepada 'Israel' dengan mengorbankan Palestina dan Arab.
Amerika telah menempatkan 'Israel' di jantung Arab. Warga Palestina tidak melihat kebaikan apapun pada Amerika. Permasalahan Palestina semakin melemah pada saat Amerika intervensi. Waktu sudah membuktikan Amerika tak layak menjadi mediator dan wasit.
Justru Amerika adalah musuh Palestina, Arab dan umat Islam. Mereka berpihak penuh kepada 'Israel'. Karena itu wilayah Palestina makin habis dicaplok oleh proyek-proyek yang digagasan oleh Amerika.
Amerika memberikan bantuan kepada Otoritas Palestina namun bantuan itu bersyarat dengan harus memberikan konpensasi dan kompromi politik dan tidak pernah digunakan untuk memperkuat posisi dalam menghadapi tantangan.
Palestina di Pikiran Kerry
Palestina dipisahkan dari negeri-negeri Syam dalam kesepakatan agreement “kolonialisme” Sykes Picot Kolonialisme di tahun 1916. Kemudian hal itu disahkan di PBB tahun 1922 Palestina masuk dalam kategori negara persemakmuran terpisah. Sehingga mereka terpisah secara dari Sham. Sejak itu, Palestina sendirian menentukan nasibnya, tak terkait lagi dengan negeri Syam yang terdiri dari Jordania, Libanon, Suriah kecil. Saat itu, Palestina hanya diberi 44% dari keseluruhan wilayah Palestina persemakmuran mandat Inggris. Sementara sisanya 53% diberikan kepada Yahudi yang jumlahnya hanya seperempat dari total penduduk di Palestina di tahun 1947.
Jumlah penduduk Palestina menurun terus hingga 23% setelah perang tahun 1948 akibat kekalahan pasukan Arab dan pengusiran warga Palestina setelah itu. PBB bergeming dalam membela Palestina.
Kemudian wilayah yang dikuasai Palestina berkurang lagi 1,5% setelah raja Jordania melakukan kompromi dalam kesepakatan gencatan senjata bagian wilayah segitiga dan diberikan kepada 'Israel' untuk memperluas wilayah pencaplokan 'Israel'.
Pengurangan lain terjadi setelah perang tahun 1956 dimana 'Israel' menguasai wilayah netral antara Palestina dan Sinai dan mengusir warga Baduwi dari sana.
Kompromi terbesar dari Palestina terjadi pada kesepakatan Oslo di tahun 1993. Palestina terkepung hanya di secuil wilayah jajahan tahun 1967 atau hanya wilayah Tepi Barat  dan Jalur Gaza. Sejak saat itu juga Palestina dipaksa “mengakui” bahwa wilayah jajahan Palestina bukanlah wilayah Palestina.
Sekarang John Kerry datang dengan solusi lebih buruk dari sekadar “mengepung Palestina”. Kerry meminta Palestina – termasuk Arab tentunya – mengakui “yahudisasi negara 'Israel'”. Dengan kata lain, Palestina adalah milik Yahudi dan dengan kata lain Palestina adalah 'Israel' itu sendiri dengan keseluruhan wilayahnya.
Dengan demikian, taka ada lagi di 'Israel' tempat suci Islam atau Kristen. Pengakuan itu membuka peluang kepada 'Israel' untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha, Kubah Shakrah, gereja Kiamah dengan legalitas dunia internasional dan memberikan peluang bagi 'Israel' untuk mengusir warga Palestina yang tegar mempertahankan tanah air mereka yang dijajah sejak tahun 1948 dan menganulir hak kembali pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka untuk selamanya.
Selain itu, Kerry juga mencabut wilayah lembah Jordania dari wilayah Tepi Barat  yang luasnya mencapai 2000 km2 atau sepertiga dari wilayah Tepi Barat  dan terpisah dari sekitar 80% dari wilayah yang dikelilingi oleh pemukiman Yahudi. (bsyr)
Aljazeera.net
 Wallahu A‘lam.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kontak Gema Dakwah : admin@gemadakwa.com

Item Reviewed: Palestina Baru di Pikiran Kerry Rating: 5 Reviewed By: Tarqiyah Online